Turki Tutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat Israel

6 months ago 5

Logo Tempo


Perang di Gaza membuat Turki meradang dan menutup wilayah udaranya untuk pesawat Israel.

30 Agustus 2025 | 13.12 WIB

Pesawat tempur Israel. Shutterstock

Pesawat tempur Israel. Shutterstock

TURKI telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat Israel sebagai protes atas perang Gaza, kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan. "Kami telah sepenuhnya memutus perdagangan dengan Israel. Kami tidak mengizinkan kapal-kapal Turki memasuki pelabuhan-pelabuhan Israel. Kami tidak mengizinkan pesawat-pesawat mereka memasuki wilayah udara kami," ujarnya dalam debat parlemen khusus tentang Gaza di Ankara, pada Jumat, 29 Agustus 2025, seperti dikutip dari Al Arabiya.

Turki memutuskan hubungan dagang langsung dengan Israel pada Mei tahun lalu. Turki telah menuntut gencatan senjata permanen dan segera masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Pada 2023, kedua negara melakukan perdagangan senilai US$ 7 miliar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Media Turki melaporkan pekan lalu bahwa larangan lalu lintas laut yang terkait dengan Israel telah diberlakukan, meskipun belum ada pernyataan resmi. Menurut laporan, kapal-kapal Israel dilarang berlabuh di Turki dan kapal-kapal berbendera Turki tidak diizinkan memasuki pelabuhan-pelabuhan Israel.

Ankara telah menjadi kritikus keras serangan Israel di Gaza, dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan berulang kali menyebut tindakan Israel sebagai genosida dan menyamakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Hitler.

November lalu, otoritas Turki menolak izin pesawat Presiden Israel Isaac Herzog untuk memasuki wilayah udara Turki dalam rangka kunjungan ke pertemuan puncak internasional di Azerbaijan. "Sebagai warga Turki, kami harus bersikap tegas terhadap beberapa isu," ujar Erdogan kemudian ketika ditanya tentang insiden tersebut.

Pilihan editor: Top 3 Dunia: Kelaparan di Gaza Buatan Manusia, Trump Undang Tony Blair

Dewi Rina Cahyani

Utak-Atik Data Statistik

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

Logo TempoAsas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian. Jurnalisme kami bukan jurnalisme untuk memaki atau mencibirkan bibir, juga tidak dimaksudkan untuk menjilat atau menghamba ~ 6 Maret 1971

Unduh aplikasi Tempo

download tempo from appstoredownload tempo from playstore

Ikuti Media Sosial KamiMedia Sosial

© 2025 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum

Read Entire Article









close
Banner iklan disini