Hasil Repatriasi Homo Erectus Langsung Dipamerkan

3 months ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kebudayaan menerima hasil repatriasi fosil manusia purba dari Belanda. Koleksi tersebut mencakup tengkorak, tulang paha atau femur, gigi geraham Homo erectus asal Jawa serta cangkang kerang yang selama lebih dari satu abad tersimpan di Museum Naturalis di Leiden.

Fosil-fosil bersejarah itu akhirnya kembali ke tanah aerial setelah melalui kerja diplomasi dan diskusi panjang antara pemerintah Indonesia dan Belanda. Koleksi diserahkan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen bersama Direktur Naturalis Biodiversity Center Marcel Beukeboom. Kementerian Kebudayaan langsung menggelar pameran bertajuk Koleksi Eugene Dubois di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pentingnya fosil-fosil ini bagi dunia sains. Temuan Eugene Dubois lebih dari 130 tahun lalu di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Trinil, Ngawi, Jawa Timur iini menjadi satu penanda penting kekayaan sejarah kehidupan manusia purba di Indonesia.

“Empat fosil utama ini akan disimpan secara permanen di Museum Nasional Indonesia, sementara koleksi lainnya akan menyesuaikan,” ujar Fadli Zon dalam konferensi pers usai pembukaan pameran di lokasi pada Selasa, 17 Desember 2025.

Sebelumnya, pada September lalu, pemerintah Indonesia dan Belanda menyepakati repatriasi lebih dari 30 ribu fosil dan artefak yang diboyong Eugene Dubois ke Belanda. Jumlah yang sangat besar ini, Fadli melanjutkan, akan dipulangkan secara bertahap. “Teknisnya masih dibicarakan. Setidaknya dibutuhkan enam kontainer untuk membawanya,” ujar Fadli.

Duta Besar Gerritsen menyampaikan kegembiraannya atas pengembalian fosil-fosil tersebut ke Indonesia. Menurutnya, repatriasi ini menjadi bentuk kerja sama dan penghormatan terhadap nilai sejarah dan ilmiah koleksi tersebut.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, dalam jawaban tertulis kepada Tempo menjelaskan bahwa sekitar 30 ribu koleksi lain akan dipulangkan secara bertahap menggunakan enam kontainer besar. “Dijadwalkan pada pertengahan 2026,” ujarnya.

Endah menyampaikan bahwa biaya pemulangan akan ditanggung bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan menanggung biaya yang berkaitan dengan proses impor serta penanganan koleksi setelah tiba di tanah air.

Jadwal pemulangan akan disusun bersama setelah seluruh proses administratif dan teknis selesai. Secara prinsip, pemulangan dapat dilakukan sekaligus atau bertahap, bergantung pada kesiapan konservasi, metode pengepakan, serta kapasitas transportasi khusus. Pembiayaan akan disesuaikan dengan standar penanganan koleksi depository internasional.

Seluruh koleksi hasil repatriasi akan dipusatkan di Museum Nasional. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi terhadap ketersediaan sumber daya, kelayakan fasilitas, serta kemudahan akses untuk kepentingan penelitian.

Museum-museum di luar Jakarta yang memenuhi standar juga berkesempatan meminjam dan memamerkan eks koleksi Dubois ini. Pada tahap awal, fosil akan dikumpulkan di Museum Nasional Indonesia untuk proses pendataan, verifikasi, dan konservasi. Distribusi ke depository lain dimungkinkan, namun akan dilakukan secara bertahap dan hanya kepada depository yang memiliki kesiapan fasilitas serta tenaga konservasi yang memenuhi standar. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap penempatan koleksi dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini