- Tokoh Pemuda Adat Tabi harap Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua beri ruang bagi alumni kampus luar negeri
- Komite Eksekutif diharapkan bisa bersinergi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua
- Komite Eksekutif dan BP3OK bisa melakukan fungsi-fungsi koordinasi dan sinkronisasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Pemuda Adat Tabi Papua, Pascal Marcel Norotouw bersyukur melalui otonomi khusus dan programme pemerintah lainnya banyak pemuda Papua yang bisa berkuliah di luar negeri.
Namun, menurut dia, hal yang menjadi pertanyaan besar adalah kontribusi apa yang bisa diberikan para pemuda Papua lulusan kampus luar negeri tersebut kepada masyarakat Papua.
Untuk itu, ia berharap Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto bisa memberi ruang kepada para pemuda Papua alumni kampus luar negeri tersebut.
Hal itu diungkapkannya dalam acara FGD Diplomasi Papua dalam negeri TA 2025 dengan tema Indonesian Papua Development to Promote Prosperous Growth successful Papua yang digelar Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
"Kami berharap melalui Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dapat mempertimbangkan untuk membuat lebih banyak kesempatan kepada para pemuda lulusan Papua tersebut untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang ada," kata Pascal di atas podium.
Baca juga: Sosok Melani Wamea, Guru Lulusan UPH Korban Selanjutnya KKB Papua, Dibunuh saat Tanam Pohon
Ia melanjutkan, Komite Eksekutif bisa bersinergi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di bawah Wakil Presiden.
Dengan demikian, kata dia, akan ada program-program yang melibatkan pemuda Papua.
"Itu salah satu harapan kami nanti melalui badan baru Komite Eksekutif ini dan tentu BP3OKP, Pemda juga bisa duduk bersama untuk merumuskan bagaimana peran pemuda ini nanti bisa mendapat perhatian untuk menjadi aktor dalam pembangunan Papua," ujar dia.
Baca juga: Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Dibentuk, DPR Ingatkan Peningkatan SDM Harus Prioritas
Dosen Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut, Johni Jonatan Numberi, memandang pembentukan Komite Eksekutif tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan percepatan pembangunan Papua pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Ia memandang Komite Eksekutif bentukan Presiden Prabowo dan BP3OKP yang dibentuk di epoch Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa melakukan fungsi-fungsi koordinasi dan sinkronisasi terkait programme percepatan pembangunan Papua.
"Sehingga melakukan fungsi-fungsi koordinasi, sinkronisasi berkaitan dengan programme percepatan pembangunan Papua yang kita sebut dengan RIPP, Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022-2041. Yang tentunya mendorong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah atase negara sahabat.
Selain itu, turut hadir Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Agus Widodo dan juga sejumlah pejabat lainnya.
Presiden Prabowo Subianto melantik ketua dan sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Pelantikan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025.
.png)
5 months ago
2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-ayah-dan-anak-ilustrasi-ayah-dan-putri-asdfv.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENISTAAN-AL-AQSA-Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sidang-putusan-MK-Mahkamah-Konstitusi-uji-materi-UU-Polri-aktif-Polri-pada-jabatan-sipil.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seminar-Dewan-Pengurus-Nasional-DPN-Gerbang-Tani.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/oreshnik-kajs.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aborsi-ilegal-skd.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iko-Uwais-1-30092025.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/EMAS-PERDANA-Pelari-jarak-jauh-Indonesia-Robi-Syanturi.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



