Putin Nyatakan Rudal Oreshnik Siap Digunakan di Medan Perang Ukraina pada Akhir Tahun Ini

3 months ago 3

Putin Nyatakan Rudal Oreshnik Siap Digunakan di Medan Perang Ukraina pada Akhir 2025

Ringkasan Berita:
  • Rusia sebelumnya sudah mengujicoba Rudal Oreshnik langsung ke dalam wilayah Ukraina pada November 2024 silam ke Kota Dnipro.
  • Putin mengklaim rudal Oreshnik punya kecepatan sangat cepat dan tidak bisa ditangkal.
  • Rusia akan mulai menggunakan Rudal Oreshnik ini pada akhir 2025.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin, Rabu (17/12/2025) mengatakan kalau rudal balistik jarak menengah baru Rusia, dengan kode nama Oreshnik, akan siap untuk digunakan dalam pertempuran pada akhir tahun ini.

Rudal tersebut, yang namanya berarti pohon hazel dalam bahasa Rusia, terungkap ke publik pada November 2024 setelah digunakan dalam serangan Rusia terhadap kota Dnipro di Ukraina.

Baca juga: NATO Siaga, Rusia Produksi Massal Rudal Hipersonik Oreshnik: Tembus 10 Kali Kecepatan Suara

Saat itu, Putin menggambarkan serangan tersebut sebagai uji coba yang sukses dan menggambarkan penggunaan pertama rudal tersebut dalam pertempuran sebagai peringatan kepada Amerika Serikat dan Inggris.

Ultimatum ke AS dan Inggris ini sebagai respons Putin atas negara-negara tersebut karena mereka mempertimbangkan untuk menyediakan Ukraina dengan senjata jarak jauh yang mampu menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

Bulan lalu, Putin mengatakan Rusia telah mulai menuju ke proses produksi massal Oreshnik, setelah sebelumnya menggembar-gemborkan daya hancurnya yang setara dengan senjata nuklir dan mengklaim bahwa senjata itu tidak dapat dicegat.

Beberapa ahli telah menyatakan skeptisisme terhadap klaim tersebut.

“Pada akhir tahun ini, sistem rudal jarak menengah baru dengan rudal hipersonik Oreshnik akan mulai bertugas dalam pertempuran,” kata Putin dalam pertemuan besar para petinggi militer di Moskow pada hari Rabu.

Rusia mengatakan pihaknya juga berencana untuk mengerahkan rudal tersebut ke negara tetangga Belarus, yang berbatasan dengan Ukraina dan negara-negara anggota NATO.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan bulan lalu bahwa Oreshnik akan mulai bertugas dalam pertempuran di sana pada akhir tahun 2025.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa jangkauan rudal tersebut menimbulkan ancaman bagi Eropa dan mendesak pemerintah Barat untuk menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan Rusia yang terlibat dalam pengembangannya.

Uji Coba Langsung ke Ukraina

Rudal balistik jarak menengah baru bernama Oreshnik yang sempat diuji coba Rusia langsung dalam serangan ke Ukraina November 2024 silam tersebut adalah senjata berkemampuan nuklir yang sebelumnya tidak pernah disebutkan di publik.

Putin mengatakan serangan ke kota Dnipro itu adalah juga untuk menguji "salah satu sistem rudal jarak menengah terbaru Rusia" dalam kondisi tempur.

Ia mengatakan, para insinyur rudal telah menamai rudal itu Oreshnik, atau pohon hazel dalam bahasa Rusia.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini