Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat keluar rumah untuk pertama kalinya setelah rumor kematiannya menjadi viral pada akhir pekan lalu.
Seperti dilansir People, Trump, 79 tahun, difoto sedang memasuki iring-iringan mobil bersama cucunya, Kai Trump (18) dan Spencer Trump (12) di halaman selatan Gedung Putih di Washington, D.C., pada Sabtu menjelang perjalanan play keluarga.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Saat bermain play bersama keluarganya, Trump mengenakan kemeja polo putih dengan celana hitam dan topi merah bertuliskan "Make America Great Again".
Iring-iringan mobil presiden tiba di lapangan play Trump National di Sterling, Virginia, tak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat.
Kehadiran di depan publik tersebut terjadi setelah "Trump Is Dead" dan "Where Is Trump?" menjadi tren di X pada Jumat, menyusul komentar terbaru dari J.D. Vance tentang kesehatan Trump.
Dalam wawancara dengan USA Today seperti dilansir The Independent, Vance (41) berbicara tentang kesiapannya untuk turun tangan jika terjadi sesuatu pada presiden, yang memicu kekhawatiran.
"Ya, tragedi mengerikan memang terjadi. Tapi saya sangat yakin Presiden Amerika Serikat dalam kondisi baik, akan menjalani sisa masa jabatannya, dan melakukan hal-hal hebat bagi rakyat Amerika," ujar Vance kepada USA Today.
"Dan jika, amit-amit, terjadi tragedi mengerikan, saya tidak bisa membayangkan pelatihan kerja yang lebih baik daripada yang telah saya dapatkan selama 200 hari terakhir," kata dia.
Menurut Amandemen ke-25 Konstitusi AS, wakil presiden mengambil alih jabatan dan tanggung jawab penuh presiden jika ia meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan dari jabatannya.
Terdapat sembilan contoh di mana seorang wakil presiden menggantikan presidennya selama satu masa jabatan.
Misalnya, Calvin Coolidge menjabat sebagai wakil presiden di bawah Warren G. Harding dan menjadi presiden setelah Harding meninggal dunia mendadak pada 2 Agustus 1923.
Kekhawatiran tentang kesehatan Trump sebelumnya muncul awal pekan ini, ketika foto-foto politisi tersebut menunjukkan memar di tangannya.
Setelah melihat spekulasi dari publik, dan menerima pertanyaan dari media, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan penyebab memar tersebut adalah karena Trump "berjabat tangan sepanjang hari, setiap hari."
Dokter Gedung Putih Sean Barbarella membagikan catatan pada Juli, yang menjelaskan lebih lanjut tentang memar yang dialami presiden, yang menurutnya "sesuai dengan iritasi jaringan lunak ringan akibat sering berjabat tangan dan penggunaan aspirin, yang dikonsumsi sebagai bagian dari programme pencegahan kardiovaskular standar."
Trump sebelumnya didiagnosis pada bulan yang sama dengan insufisiensi vena kronis, setelah ia terlihat mengalami pembengkakan pada pergelangan kakinya.
Barbabella mengatakan dalam sebuah catatan pada saat itu bahwa memar tersebut merupakan "kondisi yang jinak dan umum, terutama pada individu di atas usia 70 tahun."
Dokter tersebut menambahkan bahwa terlepas dari diagnosis baru Trump, ia "tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik."
.png)
6 months ago
7










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



