Survei: Mayoritas Publik Indonesia Tolak Akui dan Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

5 months ago 2

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Mayoritas publik Indonesia menolak keras pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel.

Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan lembaga survei Media Survei Nasional (Median) terhadap pengguna media sosial 8-13 September 2025.

Ada 907 responden dari 38 provinsi yang dilibatkan dalam survei tersebut.

Metode survei dilakukan dengan kuesioner berbasis Google Form yang disebar ke para responden.

Hasil survei dimaksudkan untuk menggali persepsi pengguna medsos di Indonesia.

Terutama menjawab isu kemungkinan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel setelah munculnya pernyataan Presiden Prabowo akan mengakui Israel bila Israel mengakui Palestina.

“Kita harus menjamin presumption kenegaraan Palestina, tapi Indonesia juga menyatakan bahwa jika Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan langsung mengakui negara Israel, dan kita akan menjamin keamanan Israel,” kata Prabowo di mimbar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025) lalu.

Bagaimana hasil Survei Median?

Peneliti Senior Median, Rico Marbun, mengungkapkan bahwa sebanyak 72,5 persen responden menyatakan Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik atau mengakui Israel.

“Sikap publik ini menunjukkan konsistensi posisi masyarakat Indonesia yang masih sangat kuat dalam mendukung Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel,” ujar Rico Marbun, Kamis (25/9/2025).

Sementara itu hanya 12,2 persen responden yang menilai Indonesia mungkin bisa membuka hubungan diplomatik dengan Israel dengan syarat-syarat tertentu.

Adapun sebanyak 15,3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Rico menambahkan penolakan ini juga tercermin dari sikap publik dalam keseharian, salah satunya melalui dukungan terhadap gerakan boikot produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.

Menurutnya, pilihan boikot menjadi bentuk ekspresi nyata masyarakat dalam menegaskan keberpihakan pada Palestina.

“Bukan hanya di level sikap politik, tetapi juga dalam praktik konsumsi sehari-hari, publik Indonesia cenderung mendukung boikot produk Israel,” jelasnya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini