STUDI yang dilakukan HSBC bertajuk “Affluent Investor Snapshot 2025” mengungkap bahwa telah terjadi tren pergeseran portofolio aset dari uang tunai ke aset berwujud, terutama emas. Tren pergeseran ini terjadi di kelompok investor kaya dengan aset investasi US$ 100 ribu sampai dengan US$ 2 juta. Adapun riset ini melibatkan 547 responden di Indonesia.
“Kepemilikan uang tunai telah menurun menjadi 19 persen dari portofolio, sementara alokasi untuk emas telah melonjak sebesar 12 poin persentase,” ucap International Wealth and Personal Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra dalam lembar fakta pada Senin, 15 September 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada 2024, aset uang tunai memiliki porsi 13 persen dari keseluruhan portofolio. Sedangkan aset emas memiliki porsi sebesar 13 persen. Sementara itu pada tahun ini, investasi emas memiliki porsi sebesar 25 persen dari keseluruhan portoflio.
Selain emas, portofolio para capitalist terdiversifikasi di berbagai aset seperti properti (10 persen), obligasi (10 persen), dan saham (5 persen). Adapun tiga produk keuangan teratas yang saat ini dimiliki oleh capitalist kaya Indonesia secara umum adalah emas fisik (44 persen), deposito berjangka (33 persen), dan investasi terkelola (31 persen).
Studi ini juga mengungkap produk keuangan yang paling diminati capitalist dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Lanny mengatakan, ada minat yang kuat pada asuransi terkait investasi (unit link), yaitu sebesar 47 persen dan solusi keuangan terkelola sebesar 43 persen. “Minat terhadap produk-produk baru dan lebih kompleks seperti emas digital, multi-asset solutions, dan backstage marketplace funds secara signifikan lebih tinggi di kalangan Gen Z dan Milenial, yang menunjukkan selera risiko dan adopsi inovasi yang lebih besar,” kata Lanny.
Berdasarkan studi HSBC, ada tiga fokus utama yang menjadi tujuan para investor. Sebanyak 43 persen responden menjawab tujuan mereka menabung adalah untuk liburan atau rekreasi. Kemudian, 41 persen berinvestasi untuk persiapan pensiun. Sementara itu, 41 persen juga menjawab mereka berinvetasi untuk mendapatkan kekayaan demi keamanan finansial.
Menurut Lanny, fokus utama di kalangan muda yaitu Gen Z dan Milenial adalah untuk mendukung keluarga secara finansial, mendapatkan kekayaan untuk keamanan finansial, dan mempersiapkan pensiun. “Hal ini menunjukkan pergeseran prioritas ke arah tanggung jawab keluarga dan stabilitas jangka panjang di usia yang lebih dini,” ujar dia.
.png)
6 months ago
2










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



