Sosok Affan Kurniawan di Mata Tetangga

6 months ago 6

PELAYAT silih berganti datang ke rumah keluarga Affan Kurniawan di Jalan Tayu Nomor 9A Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan duka cita. Rangkaian karangan bunga dan ucapan belasungkawa terlihat berjejer tidak jauh dari rumah itu. Ketua RT 03 RW 06, Andik Aprilyanto, mengungkapkan kesedihan yang mendalam karena anak yang dikenalnya sejak kecil itu kini telah tiada.

Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun, tewas dilindas kendaraan taktis milik Brimob Polda Metro Jaya. Insiden tersebut terjadi kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Polisi menurunkan kendaraan taktis untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang berkerumun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Andik Aprilyanto menceritakan bahwa Affan adalah sosok yang introvert namun sangat peduli pada keluarga, terutama adiknya. Affan adalah anak kedua dari tiga bersaudara; kakaknya, Adam, bekerja sebagai bureau lad di Bendungan Hilir, sedangkan adiknya, Wulan, masih duduk di kelas dua SMP.

Setelah lulus SMA, Affan memilih bekerja sebagai satpam. Pada masa pandemi, ia mengikuti bapaknya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Pada 2023, dia memutuskan untuk menekuni pekerjaan itu secara penuh. Adapun ibunya bekerja sebagai buruh cuci pakaian.  

Affan pernah aktif dalam beberapa kegiatan di lingkungan. Seperti menjadi panitia perlengkapan lomba 17 Agustus. Namun setelah bekerja, waktu luangnya lebih banyak habis untuk mencari nafkah. “Mungkin karena dia fokus cari uang buat keluarga,” ujar Andik.

Meski tak banyak berbicara, Affan dikenal sebagai pribadi yang ramah. “Jarang nongkrong tapi sering menyapa,” kata Ricky Septian, Ketua Karang Taruna RW 06 yang rumahnya berdempetan dengan Affan. “Orangnya baik, jalannya lurus.”  
  
Kabar duka menyebar lewat grup WhatsApp pada Kamis malam sekitar sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang pengojek online terlindas kendaraan taktis polisi. Tak lama kemudian, rekan-rekan dari Karang Taruna setempat membenarkan bahwa yang tewas adalah Affan. Jenazah Affan tiba di rumah duka pada Jumat, 29 Agustus 2025, pada pukul 02.30 WIB. 

Bagi keluarga dan tetangga, kepergian Affan terasa sangat personal. Ricky mengungkapkan bahwa kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seorang pemuda. Affan menjadi figur tauladan tentang pemuda yang menjadi tulang punggung keluarga dalam usia belia. “Saya kenal dia sejak lahir. Dia pemuda lurus, pendiam, tetapi penuh tanggung jawab,” katanya.

Affan adalah contoh bagaimana banyak anak muda di kota besar yang memilih bekerja keras untuk membantu keluarga meskipun pendidikan formalnya tidak sempat tuntas. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong di rumah kontrakan yang dulu dihuni seorang pemuda yang peduli, pekerja keras, dan penuh harapan.
 

Read Entire Article









close
Banner iklan disini