Situasi Terkini Sekitar Mako Brimob Kwitang: Aparat TNI Siaga di Jalan

6 months ago 5

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situasi terkini di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat pada Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 18.40 WIB.

Berdasarkan pemantauan, lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas di Jalan Kramat Kwitang sampai Jalan Kramat Raya padam.

Suasana di sekitar Mako Brimob Kwitang tampak gelap gulita.

Cahaya hanya berasal dari senter petugas dan sorotan kendaraan yang melintas.

Aroma asap kebakaran masih terasa, dan udara lembab menyelimuti kawasan. Di tengah gelapnya jalan Kramat Raya, ketegangan terasa.

Sebagai gantinya, terlihat prajurit TNI mengatur arus lalu lintas yang berada di Simpang Lima Senen. 

Para prajurit TNI ini mengatur arus lalin pada setiap ruas jalan.

Mereka juga bersiaga di setiap tikungan atau persimpangan. 

Padamnya lampu tengah jalan ini terlihat hanya sampai depan Markas Gegana - Markas Komando Korps Brigade Mobil (Brimob) Detasemen Gegana, di Jalan Kramat Raya. Markas Gegana ini diketahui terbakar sekitar pukul 17.15 WIB. 

Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran diterjunkan di lokasi.

Pada pukul 18.07 WIB, api sudah padam. Sementara saat ini pukul 19.00 WIB, mobil pemadam sudah mulai meninggalkan lokasi. 

Untuk diketahui, Mako Brimob Kwitang menjadi sasaran aksi massa karena dianggap sebagai simbol institusi yang bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis 28 Agustus 2025.

Mako Brimob menjadi sasaran people setelah Affan tewas dalam bentrokan antara massa dan aparat. Ia sedang berbalik arah saat centrifugal yang ditungganginya mati, lalu terkena state aerial mata dan terlindas rantis Brimob.

Massa, terutama komunitas ojek online dan warga sipil, menuntut pertanggungjawaban langsung dari institusi Brimob atas insiden tersebut.

Video kematian Affan viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan aksi lanjutan yang diarahkan ke Mako Brimob sebagai bentuk protes.

Massa sempat merangsek ke gerbang Mako, melempar batu, botol, dan petasan. Polisi membalas dengan state aerial mata, memperburuk situasi.

Aksi di Kwitang bukan hanya soal lokasi, tapi tentang simbol keadilan yang dinilai hilang. 

Read Entire Article









close
Banner iklan disini