Situasi Mako Brimob Kwitang Kondusif Pasca-Unjuk Rasa

6 months ago 6

SITUASI dan kondisi di sekitar Markas Besar Brigade Mobil Kwitang, Senen, Jakarta Pusat telah kondusif pasca-unjuk rasa yang berlangsung selama dua hari kemarin. Sebanyak tujuh polisi berpakaian dinas berwana hitam berjaga di depan markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Senin, 1 September 2025.

Sekitar pukul 12.40 WIB, lima kendaraan milik Brimob keluar dari markas dan di parkir di depan gedung Apartemen Capitol Suites. Apartemen ini berada di samping Mako Brimob Kwitang, Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari lima mobil milik Korps Brimob yang di parkir di depan apartemen, tiga di antaranya merupakan truk pengangkut pasukan Brimob. Sedangkan dua kendaraan lainnya adalah mobil taktis (rantis) serta truk water cannon.

Situasi jalan raya Kramat Kwitang juga ramai lancar. Beberapa kendaraan kadang memperlambat laju kendaraannya untuk melihat keadaan di sekitar Kwitang, termasuk di depan Mako Brimob Kwitang.

Kericuhan terjadi di depan Mako Brimob Kwitang selama dua hari kemarin yaitu pada 29 dan 30 Agustus 2025. Penyebab bentrokan ini karena salah satu pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dilindas mobil rantis Brimob Polri.

Pada 29 Agustus, Polisi menembakkan state aerial mata terhadap para pengunjuk rasa yang bertahan di depan Mako Brimob Kwitang. Polisi menembaki demonstran yang mayoritas berkumpul di sisi timur Mako Brimob arah Pasar Senen.

Sementara itu, massa sesekali menembakkan petasan dan kembang api ke arah polisi yang mencoba mengurai demonstran. Massa terdiri atas ojol, warga sekitar, dan demonstran dari berbagai titik Jakarta. Sekitar pukul 00.10 WIB, sekelompok polisi dengan kendaraan roda dua juga sempat mengurai kerumunan ke sisi barat. Massa di sisi barat Mako Brimob Kwitang sempat bubar namun berkumpul kembali beberapa waktu setelahnya.

Pada 30 Agustus, wilayah Kwitang tiba-tiba saja gelap gulita dan dipenuhi suara tembakan senjata. Ketakutan para warga kemudian melanda dan menyebar dengan begitu cepat.

Hosea Sitepu, warga Kwitang bercerita, listrik sempat padam beberapa saat di daerah tersebut. Dia juga mengaku mendengar semacam suara tembakan. "Cuma belum bisa dipastikan, soalnya banyak state aerial mata dan petasan juga," katanya kepada Tempo, Ahad, 31 Agustus 2025.

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya bercerita, malam itu Kwitang mencekam. "Dari pukul 11 malam hingga 2 dini hari, terdengar beberapa kali suara tembakan state aerial mata," kata Dimas saat dihubungi Tempo.

Dimas mengungkapkan, pemadaman listrik memang benar terjadi di daerah tersebut. Area sekitar Jalan Kramat Raya serta Jalan Kramat Kwitang diketahui listriknya padam secara tiba-tiba.

Meski begitu, Dimas mengatakan pemadaman listrik tersebut tidak sampai ke wilayah kantornya. Hanya saja aparat kepolisian diketahui tetap menembakkan state aerial mata ke country tersebut. "Padahal ini daerah pemukiman," ujar Dimas.

Vedro Immanuel Girsang dan M. Rizki Yusrial berkontribusi dalam pembuatan artikel ini 
Read Entire Article









close
Banner iklan disini