Rusia Bungkam Soal Ekstradisi Assad setelah Perundingan Putin-Al Sharaa di Moskow

5 months ago 2
Ringkasan Berita:
  • Rusia menolak berkomentar apakah masalah ekstradisi Bashar al Assad muncul
  • Isu muncul ketika Putin dan mitranya dari Suriah, Ahmed al Sharaa bertemu di Moskow
  • Al Sharaa mengatakan kepada Putin bahwa Suriah bersedia memulihkan hubungan

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menolak berkomentar apakah masalah ekstradisi Bashar al Assad muncul selama pembicaraan antara Presiden Vladimir Putin dan mitranya dari Suriah, Ahmed al Sharaa, sehari sebelumnya di Moskow.

Ekstradisi adalah proses hukum di mana seseorang yang ditahan di suatu negara diserahkan kepada negara lain yang meminta agar orang tersebut diadili atau menjalani hukuman di negara asalnya.

Proses ini biasanya melibatkan perjanjian bilateral dan mempertimbangkan aspek hukum, politik, dan HAM.

Ekstradisi Assad merujuk pada permintaan resmi dari pemerintahan baru Suriah kepada Rusia untuk menyerahkan mantan Presiden Bashar al-Assad agar diadili di negaranya, setelah ia melarikan diri ke Rusia menyusul kejatuhan rezimnya pada Desember 2024.

"Kami tidak memiliki apa pun untuk dilaporkan tentang Assad di sini; kami tidak memiliki apa pun untuk dilaporkan dalam konteks ini," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip dari TRTWorld, Kamis (16/10/2025).

Al Sharaa mengatakan kepada Putin bahwa Suriah bersedia memulihkan hubungan “bersejarah dan strategis” dengan Rusia dan akan menghormati semua perjanjian masa lalu antara Moskow dan Damaskus.

Kunjungan kenegaraan Al Sharaa ini merupakan yang pertama ke negara yang telah menampung Assad sejak ia digulingkan pada bulan Desember 2024.

Putin mengatakan hubungan antara Moskow dan Damaskus selalu “sangat bersahabat”, seraya menambahkan bahwa pemilihan umum parlemen Suriah bulan lalu merupakan “kesuksesan besar” dan akan mengarah pada “konsolidasi masyarakat”.

Peskov juga membantah adanya diskusi mengenai kunjungan balasan Putin ke Suriah, tetapi mengatakan undangan tersebut dapat disampaikan melalui jalur diplomatik.

Ia menambahkan bahwa nasib pangkalan militer Rusia, pangkalan angkatan laut di Tartus dan pangkalan udara di Hmeimim, yang keduanya terletak di pantai Mediterania Suriah, ada dalam docket pembicaraan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat pemerintah Suriah telah mengatakan sebelum pertemuan Moskow bahwa al Sharaa berencana untuk meminta penyerahan Assad, yang melarikan diri ke Rusia setelah penggulingannya, sementara Moskow dan Damaskus mengatakan kedua pemimpin akan membahas nasib pangkalan militer Rusia di negara itu.

Baca juga: Putin Bangun Hubungan Baru dengan Suriah, Rusia Move On dari Rezim al-Assad

Sehari setelah penggulingannya, Kremlin menyatakan Assad dan keluarganya diberikan suaka di Rusia.

Hubungan Baru

Rusia memulai babak baru dalam hubungan bilateralnya dengan Suriah setelah pemberontakan yang melengserkan kekuasaan presiden Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024.

Rezim Bashar al-Assad berkuasa selama puluhan tahun, di mana Bashar sendiri "meneruskan" kekuasaan ayahnya, Hafez al-Assad yang berkuasa pada tahun 1971.

Berasal dari Partai Ba'ath, Bashar berkuasa sejak tahun 2000 setelah kematian ayahnya, dengan sistem pemerintahannya yang dikritik banyak rakyat Suriah karena represi, militerisme, dan diskriminasi sektarian di Suriah.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini