Riset UMS: Limbah Biji Alpukat Bisa Bantu Obati Kanker Payudara

6 months ago 3

MAHASISWA dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengubah limbah biji alpukat menjadi obat penyakit kanker payudara. Inovasi itu muncul dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), serta disokong dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Tim mahasiswa gabungan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi UMS tersebut terdiri atas Nadya Putri Adisty selaku ketua, serta rekan-rekannya yaitu Lutfiana Zulfa, Yudha Pratama, Maryam Mahdiyyah, dan Obiet Gara R. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing, Febrimarsa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Nadya, ide penelitian bermula dari banyaknya kasus kanker, khususnya kanker payudara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia, dengan hampir 10 juta kematian.

“WHO juga menyebutkan terdapat 2,3 juta wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dengan 670 ribu kematian pada 2022," ujarnya di Solo pada Senin, 15 September 2025.

Menurut dia, ada berbagai metode pengobatan untuk kanker, salah satunya dengan terapi gen. Namun, terapi itu masih memiliki tantangan dalam hal metode penghantaran untuk meningkatkan penyerapan DNA ke dalam sel.

Para mahasiswa UMS melihat urgensi metode penghantaran yang lebih efektif, salah satunya dengan menggunakan lipid nanocarrier. Oleh karena itu, pada PKM-RE ini, tim berinovasi memanfaatkan minyak biji alpukat sebagai lipid nanopartikel pembawa DNA terhadap sel kanker payudara.

Tim mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi UMS meneliti pemanfaatan biji alpukat untuk pengobatan penyakit kanker di Laboratoriun Biologi Farmasi UMS. Dok. Humas UMS

“Jadi di sini kami membuat semacam lipid bearer berukuran nano (sangat kecil), yang dapat menghantarkan DNA (yang membawa gen editing Cas9) ke sel kanker payudara pada terapi gen. Harapannya agar terapi tersebut dapat lebih efektif,” tutur Nadya.

Dalam penelitian, para mahasiswa bereksperimen membuat minyak biji alpukat, bahan yang bisa menghasilkan lipid nanopartikel pembawa DNA. Berbasis riset, Nadya menyebut biji alpukat mengandung minyak dengan kadar yang cukup tinggi, berkisar 15-25 persen dari berat kering biji. Minyak biji alpukat, menurut dia, mengandung senyawa lipid seperti asam lemak, trigliserida, dan ester metil asam lemak yang memiliki kemampuan larut dalam membran sel.

Biji alpukat juga kaya akan komponen bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan minyak atsiri. Senyawa ini dapat berkontribusi pada stabilitas dan perlindungan molekul DNA dari kerusakan oksidatif selama proses penghantaran.  

Penelitian dalam kegiatan PKM tersebut dilakukan di laboratorium Biologi Fakultas Farmasi UMS. Riset dilakukan mulai dari proses penyiapan plasmid, pembuatan lipid nanopartikel, uji sifat fisik, hingga uji ini vitro pada sel kanker.

Setelah serangkaian konsultasi, riset tim PKM-RE mengusung judul ‘Inovasi Minyak Biji Alpukat sebagai Lipid Nanopartikel Pembawa DNA terhadap Sel Turunan Kanker Payudara. Riset ini bertujuan menghasilkan minyak biji alpukat yang terbukti dapat menghantarkan DNA ke sel kanker payudara. Hasil riset juga dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah, laporan kemajuan, laporan akhir, serta publikasi melalui Instagram, yaitu @avogen.reums.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini