Ribuan warga Palestina pada Kamis memperingati Maulid Nabi Muhammad di dalam Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat, di tengah tindakan ketat Israel.
Dalam perayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, menara-menara masjid diiringi lantunan salawat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Hari itu diperingati umat Islam setiap tahun pada 12 Rabiul Awal, bulan ketiga dalam kalender Islam.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Direktur masjid Mutaz Abu Sneineh mengatakan kepada Anadolu bahwa Masjid Ibrahimi "telah dibuka sepenuhnya untuk para jamaah yang merayakan Maulid Nabi Muhammad."
Namun, ia mencatat bahwa otoritas Israel mengintensifkan tindakan keamanan di sekitar masjid dan menolak untuk menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas Palestina tadi malam, sebagaimana kebiasaan setiap tahun pada kesempatan tersebut.
"Masjid ini adalah wakaf eksklusif umat Islam, dan kami tidak akan pernah meninggalkan kehadiran kami di sini," tegasnya.
Masjid Ibrahimi terletak di kota tua Hebron di Tepi Barat selatan, yang berada di bawah kendali Israel. Sekitar 400 pemukim ilegal tinggal di sana, dijaga oleh sekitar 1.500 tentara Israel.
Dihormati oleh umat Muslim dan Yahudi, kompleks masjid ini diyakini sebagai tempat pemakaman Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub.
Setelah pembantaian 29 jamaah Palestina di dalam masjid pada 1994 oleh seorang pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, otoritas Israel membagi kompleks masjid tersebut antara jamaah Muslim dan Yahudi.
Pada 2017, Komite Warisan Dunia yang berafiliasi dengan UNESCO mendeklarasikan Masjid Ibrahimi sebagai Situs Warisan Dunia Palestina.
.png)
6 months ago
11










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



