Respons Pemprov Jakarta terhadap Gelombang Penjarahan dan Perusakan Fasilitas Umum

6 months ago 5

GELOMBANG demonstrasi di DKI Jakarta memanas dalam beberapa hari terakhir. Pengrusakan fasilitas umum, seperti halte TransJakarta dan sarana lainnya, tak terhindarkan. Bahkan, massa juga melakukan penjarahan di rumah anggota DPR Ahmad Sahroni, Eko Patrio, serta Uya Kuya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan koridor hukum. Fasilitas umum merupakan milik bersama dan dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh warga.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Begitu juga dengan rumah-rumah atau tempat tinggal pribadi sesama warga negara yang tentu harus kita jaga bersama," ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Gubernur Jakarta, Chico Hakim, saat dihubungi Tempo pada Ahad, 31 Agustus 2025.

Chico mengatakan, Gubernur Pramono Anung mengajak masyarakat, pemerintah, dan seluruh stakeholder di Jakarta untuk bersama-sama menjaga kota agar tetap kondusif. Ia berharap tidak ada lagi ekses negatif dari gelombang demonstrasi serta seluruh fasilitas dapat pulih 100 persen sehingga aktivitas warga kembali normal.

"Sehingga kita bisa beraktivitas mean di hari-hari ke depan," kata dia.

Sementara itu, rumah Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR sebelum dimutasi menjadi anggota Komisi I, dijarah oleh ratusan massa. Sekitar pukul 17.30 WIB, Sabtu sore, massa mulai menggeruduk kediamannya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menjarah sejumlah barang milik legislator tersebut, mulai dari kursi, lemari, kasur, jam tangan, uang tunai, mesin pendingin, hingga brankas berisi pecahan dolar.

Di waktu yang hampir berdekatan, ratusan massa yang berbeda mendatangi rumah Eko Patrio yang berada di Jalan Karang Asem I, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dan rumah Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat tengah malam, mereka menggondol semua barang hingga kucing peliharaan yang ada di rumah tersebut.

Bahkan, massa juga menjarah rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro, Tangeran Selatan.

Kemudian, per Sabtu kemarin, sejumlah halte TransJakarta mengalami perusakan akibat demonstrasi yang terjadi di beberapa titik Jakarta. Akibatnya, operasional autobus TransJakarta hari ini mengalami perubahan.

"Hingga Sabtu pagi ada tujuh halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab," kata Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, saat dihubungi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ayu merinci, daftar halte yang dibakar massa adalah Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, dan Halte Gerbang Pemuda.

Akibat dari pembakaran itu, TransJakarta memutuskan tak melayani penumpang pada Sabtu pagi. "Berbagai pertimbangan dan menyesuaikan kondisi di lapangan, belum beroperasi mean melayani pelanggan," kata Ayu.

Dian Rahma Fika dan Oyuk Ivani berkontribusi dalam penulisan artike ini

Read Entire Article









close
Banner iklan disini