Resep Sambal Matah Tradisional Khas Bali

6 months ago 8

SAMBAL matah kini punya penggemarnya sendiri. Sambal khas Bali itu mampu mencuri perhatian turis domestik hingga mancanegara yang singgah ke Pulau Dewata.

Bukan hanya di Bali, popularitas sambal matah meluas ke sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta. Dibuat dengan bahan mentah yang diproses secara mudah, sambal matah menawarkan cita rasa segar dan sensai pedas yang unik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Budayawan sekaligus pakar sambal tradisional Bali, I Gusti Nyoman Darta, menjelaskan bahwa sambal matah merupakan variasi sambal khas Bali yang sederhana. "Kalau tidak sempat menggoreng, banyak (orang Bali) yang mencacah bawang dan cabai, lalu dikasih minyak juga garam. Langsung dimakan," kata Darta saat menghadiri Royal Bali Chili Festival di Taman Safari Bali, Gianyar, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kelahiran sambal mentah ini bermula dari petani. Selagi mengurus ladang, Darta menyampaikan, petani lokal mesti mengisi perut. Dari sana, si petani meramu sambal seadanya dari cabai, bawang, garam, dan minyak kelapa. 

Budayawan sekaligus pakar sambal tradisional Bali, I Gusti Nyoman Darta di Taman Safari Bali, Gianyar, 28 Agustus 2025. Tempo/Savero Aristia Wienanto

Resep Rahasia Sambal Matah

Sambal matah dibuat tanpa proses pemasakan sama sekali. Setelah diiris, semua bahan baku mesti dicampur hingga merata. Bahan-bahan itu juga harus ditambahkan potongan terasi yang telah dibakar terlebih dulu. Di akhir, minyak kelapa yang sudah dipanaskan bisa ditambahkan ke dalam bahan baku yang telah tercampur. 

Darta mengungkap resep kunci sambal matah terletak pada pemilihan jenis bahannya, terutama kualitas minyak kelapa yang digunakan. Minyak ini merupakan komponen wajib dalam membuat sambal matah. 

Bukan sekedar pelengkap, jelas Darta, minyak kelapa berfungsi sebagai penambah cita rasa gurih dalam sambal matah. "Minyak kelapa punya aroma yang khas," ujar tokoh Puri Ubud itu.

Taman Safari Indonesia menghelat Bali Royal Chili Festival 2025 di Restoran UMA, Taman Safari Bali, Gianyar, 28 Agustus 2025. Tempo/Savero Aristia Wienanto

Meski minyak kepala punya peran penting, Darta mengingatkan agar penggunaannya tidak berlebihan.  "Cukup pakai minyak tiga sendok makan, jangan terlalu banyak. Cukup sampai membalur ke semua bahan saja," tuturnya. 

Takaran minyak kelapa ini digunakan berbarengan dengan lima buah cabai dan lima siung bawang merah. Selanjutnya, sambung Darta, sedikit terasi yang digoreng dapat ditambahkan ke dalam sambal.

Urgensi Kebersihan Bahan Baku Sambal

Kebersihan bahan baku sambal matah juga harus diperhatikan. Menurut Darta, cita rasa sajian sambal sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang higienis. Jadi semua bahan baku sambal wajib dicuci bersih. Tahap pencucian ini, jelas dia, sangat penting mengingat pupuk marak digunakan di berbagai tanaman. 

"Jadi, kalau bikin sambal, kita harus cuci bawangnya, cabainya, sebelum dicampur bersamaan," ucapnya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini