Profil Nadiem Makarim, Mantan Mendikbudristek Tersangka Baru Korupsi Laptop Chromebook

6 months ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi laptop chromebook. Nadiem ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan alat bukti. Tak hanya itu, penyidik telah memeriksa berbagai saksi termasuk saksi ahli.

"Berdasarkan pemeriksaan dan alat bukti keterangan saksi ahli petunjuk dan surat serta barang bukti yang telah diterima atau diperoleh tim penyidik pada Jampidsus pada hari ini menetapkan satu tersangka dengan inisial NAM selaku Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi periode tahun 2019-2024," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo dalam konferensi persnya, Rabu (4/9/2025).

Profil Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim lahir pada 4 Juli 1984. Ia berasal dari keluarga terpandang dengan latar belakang multikultural. Ayahnya, Nono Anwar Makarim, adalah seorang pengacara dan aktivis, sedangkan ibunya, Atika Algadri, merupakan penulis lepas.

Sejak kecil, Nadiem telah menempuh pendidikan di berbagai institusi bergengsi, mulai dari SD Al Izhar Jakarta hingga United World College di Singapura.

Setelah menyelesaikan SMA, Nadiem melanjutkan studi di Brown University, Amerika Serikat, dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional. Gelar Master of Business Administration (MBA) diraihnya di Harvard Business School, yang membentuk dasar pemikirannya dalam dunia bisnis dan manajemen.

Perjalanan karier Nadiem dimulai sebagai konsultan di McKinsey & Company pada tahun 2006. Selama tiga tahun bekerja di sana, ia mengembangkan keahlian dalam analisis bisnis dan strategi manajemen.

Pada 2011, Nadiem beralih ke dunia startup sebagai Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia, e-commerce manner yang menjadi pionir di Indonesia. Ambisi besar Nadiem membawanya mendirikan Gojek pada tahun 2010.

Berawal sebagai layanan panggilan ojek centrifugal melalui telepon, Gojek berkembang menjadi aplikasi ace yang menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, makanan, hingga pembayaran integer melalui GoPay.

Nadiem memimpin Gojek hingga perusahaan tersebut mendapatkan presumption dekakorn dengan valuasi mencapai US$10 miliar. Gojek menjadi salah satu startup terbesar di Asia Tenggara dan memperoleh berbagai pendanaan dari capitalist planetary seperti KKR, Sequoia Capital, dan Warburg Pincus.

Jadi Tokoh Bisnis Terkemuka Indonesia

Keberhasilan ini menjadikan Nadiem sebagai salah satu tokoh bisnis terkemuka di Indonesia, yang masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Pada 2016, Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam inovasi teknologi. Pada 2019, Nadiem Makarim dilantik menjadi Mendikbudristek oleh Presiden ke-7 RI Jokowi.

Tiga Kali Diperiksa Kejagung Sebelum jadi Tersangka

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tersangka kasus dugaan korupsi laptop chromebook. Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengungkap adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Dari hasil pendalam keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada sore ini telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," ungkap Anang dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9).

Nadiem Makarim kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022 yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pemeriksaan Nadiem hari ini merupakan pemeriksaan ketiga kalinya. Sebelumnya, mantan CEO Gojek itu telah diperiksa pada 23 Juni 2025 dan 15 Juli 2025.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini