Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 80 portion mobil derek akan disiagakan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan puluhan armada derek tersebut akan difokuskan untuk mendukung pelayanan warga.
“Armada sudah disiagakan. Total ada sekitar 80 portion derek yang nantinya akan difokuskan pada pelayanan,” ujar Syafrin melalui pesan singkat di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).
Selain itu, sebanyak 46 mobil patroli dan dua portion mobil Variable Message Sign (VMS) Mobile juga dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar tetap lancar.
Adapun VMS Mobile merupakan kendaraan dengan layar untuk info lalu lintas langsung. Dengan demikian pengaturan dan pemberian informasi kepada masyarakat terkait dengan bagaimana pengaturan jika terjadi kepadatan lalu lintas dapat dilakukan.
Dishub DKI Jakarta juga menambah empat portion kapal untuk melayani masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Seribu pada Natal dan Tahun Baru.
“Tetapi untuk keberangkatan ke Pulau Seribu pun kami menyesuaikan dengan situasi dan kondisi cuaca. Sesuai dengan ramalan BMKG ini juga kami sesuaikan,” jelas Syafrin.
Dia menambahkan, pihaknya akan memastikan liburan di Jakarta selama periode Natal dan Tahun Baru aman dan nyaman. Bahkan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan terkait dengan cuaca di Jakarta.
“Sesuai dengan ramalan BMKG bahwa pada Desember ini sampai Januari akan ada cuaca ekstrem. Hujan ekstrem, dan tentu kita semuanya sudah koordinasikan secara baik dan siap tanggap untuk menghadapi kondisi apa saja,” kata Syafrin.
Pemprov DKI Jakarta Periksa Pohon yang Rawan Tumbang
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta melakukan langkah-langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang di sejumlah wilayah DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan informasi dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung dari Bulan Desember 2025 – Januari 2026. Oleh karena itu, upaya mitigasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan pra-cuaca ekstrem, saat cuaca ekstrem, dan pasca-cuaca ekstrem.
Pada tahap pra-cuaca ekstrem, dilakukan pemeriksaan berkala terhadap pohon-pohon berisiko tinggi untuk tumbang, seperti pohon tua, miring, atau memiliki batang berongga.
"Selain itu, dilakukan pemangkasan penyeimbang tajuk, pembersihan cabang kering, serta pemeriksaan kesehatan pohon untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Kesiapan personel, peralatan, dan kendaraan operasional juga terus ditingkatkan," kata Kepala Distamhut DKI Jakarta, M Fajar Sauri dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12/2025).
Dia menjelaskan, penanganan pohon berisiko tumbang dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan information lapangan, mulai dari pemangkasan hingga penebangan pada pohon yang dinilai membahayakan.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di Jakarta," ucap Fajar.
69.932 Pohon Berisiko Telah Ditangani
Fajar merinci, hingga awal Desember 2025, tercatat sebanyak 69.932 pohon berisiko telah ditangani melalui berbagai tindakan pengendalian, meliputi pemangkasan ringan, sedang, dan berat (toping), serta penebangan terhadap pohon yang dinilai sangat berbahaya.
Pemeriksaan kesehatan pohon juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.
"Pada saat cuaca ekstrem berlangsung, kami juga mengaktifkan Tim Siaga Pohon Tumbang di seluruh wilayah kota administratif. Pemantauan dilakukan secara real-time dengan mengacu pada peringatan BMKG serta laporan masyarakat," jelas Fajar.
Penanganan diprioritaskan pada pohon tumbang yang mengancam keselamatan warga dan mengganggu akses jalan utama. Sementara itu, pada tahap pasca-cuaca ekstrem juga akan dilakukan evakuasi dan pembersihan worldly pohon tumbang, inventarisasi pohon rusak, serta analisis penyebab tumbangnya pohon.
.png)
3 months ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4023003/original/099779700_1652589008-20220515-kawasan-Puncak-dipadati-pengunjung-ARBAS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256737/original/089202700_1750249802-33283e84-b51c-45ad-88b7-d109fe5b77cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448086/original/075231200_1765984744-Banner_Infografis_Fakta_IPO_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1445503/original/058978900_1482662656-20161225--Kemacetan-Mengular-Menuju-Ragunan-Jakarta--Helmi-Afandi-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/776660/original/052966400_1417978317-Pohon-Tumbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442683/original/005284800_1765564258-IMG_6625.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423875/original/035710600_1764118547-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_22.04.57__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448057/original/020746000_1765978261-1000663489.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



