Prabowo Minta Kapolri Naikkan Pangkat Polisi Korban Aksi Demo Ricuh

6 months ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota Polri yang menjadi korban aksi demonstrasi berujung ricuh yang terjadi beberapa hari terakhir.

Menurut dia, para anggota Polri tersebut telah membela negara dan rakyat serta menghadapi tindakan anarkis.

"Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi anarkisa-anarkis," kata Prabowo saat menjenguk masyarakat dan anggota Polri yang dirawat akibat aksi demo ricuh di RS Polri Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Menurut dia, aparat kepolisian pasti akan melindungi demonstran murni yang baik saat menyampaikan pendapat. Prabowo menuturkan undang-undang (UU) juga mengatur bagaimana tata cara melakukan aksi demonstrasi, salah satunya mendapatkan izin dari aparat.

"Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, tapi ada ketentuannya. Demonstrasinya harus damai, harus sesuai undang-undang. Jadi UU mengatakan, kalau mau demonstrasi harus minta izin, dan izin harus dikasih, dan berhentinya jam 18:00," jelasnya.

Namun yang terjadi, Prabowo menerima laporan adanya tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan perusuh saat aksi demo. Bahkan, kata dia, ada truk-truk yang membawa petasan berukuran berat dan melukai anggota Polri.

"Ada yang terbakar leher, ada yang terbakar paha. Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya ya, ini sudah menurut saya udah perusuh, niatnya bakar. Diketemukan truk isinya alat-alat untuk membakar," tuturnya.

Selain itu, kata dia, sejumlah gedung instansi negara di beberapa wilayah juga ikut dibakar. Prabowo menyebut mereka tak berniat menyampaikan pendapat, namun hanya ingin membuat Indonesia rusuh dan menganggu kehidupan masyarakat.

"Dan kita lihat dibanyak tempat, gedung DPR, gedung DPRD, ini adalah instansi negara yang menjalankan kedaulatan negara. Alat demokrasi dibakar," tutur Prabowo.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini