Postingan Lawas Franka Franklin Istri Nadiem Makarim Sebelum Suaminya Tersangka Ditahan Kejagung

6 months ago 5

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan laptop berbasis sistem operasi Chromebook pada Kamis (4/9/2025).

Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah Kejagung memeriksa sekitar 120 saksi dan empat orang ahli dalam perkara ini.

Nadiem disangka melanggar Pasal 2 (Ayat) 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, sebanyak empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka adalah Jurist Tan, eks Stafsus Mendikbudristek epoch Nadiem Makarim periode 2020-2024; Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek; Mulyatsyah, Direktur SMP pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Tahun 2020-2021 sekaligus KPA di Lingkungan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Tahun Anggaran 2020-2021; Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada tahun 2020-2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Lingkungan Direktorat Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2020-2021.

Terkini postingan lawas sang istri, Franka Franklin Makarim tuai sorotan. 

Baca juga: Harta Kekayaan Nadiem Makarim, Eks Menteri Pendidikan jadi Tersangka Korupsi, Negara Rugi Rp1,98 T

Rupanya Franka sempat memposting sebuah tulisan sebelum sang suami jadi tersangka.

Tulisan itu berisi tentang seorang wanita yang kuat.

Tulisan itu diposting oleh Franka pada 12 Mei 2025 lalu.

Ini tulisan lengkap Franka Franklin Makarim yang diunggah di akun Instagramnya @frankamakarim.

"Sebagai ibu dari 4 anak, salah satu panggilan bangun terbesar saya adalah menyadari bahwa anak-anak saya tidak pernah membutuhkan saya untuk menjadi sempurna; mereka membutuhkan saya untuk hadir.

Sadar dalam hubungan saya dengan anak batin saya - adalah hadiah terbaik yang dapat saya berikan kepada anak-anak saya

Saya menyadari bahwa saya berada dalam perjalanan seumur hidup, dan pekerjaan mandiri itu SULIT. Tapi sudah. Saya melihat perbedaan di rumah saya. Anak-anak saya belajar bahwa tidak apa-apa untuk memiliki perasaan besar, karena saya baik-baik saja dengan perasaan besar.

Saya berharap anak-anak saya bisa tumbuh dengan melihat seorang ibu yang

MANUSIA, yang merasakan secara mendalam, dan yang terus muncul dengan cinta, bukan kesempurnaan.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini