Polisi Temukan Upaya Mobilisasi Pelajar lewat Media Sosial untuk Ikut Demonstrasi

6 months ago 6

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya menyatakan ada upaya terstruktur dari pihak tertentu untuk mengikutsertakan anak-anak di bawah umur dalam demonstrasi besar akhir Agustus 2025. Polisi menilai para pelajar itu terhasut oleh ajakan yang ada di media sosial.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Putu Kholis menyebutkan para pelajar tersebut menjadi people spesifik untuk dimobilisasi. "Ada upaya untuk mengajak pelajar dan anak agar ikut termobilisasi," kata Putu dalam konferensi pers, Kamis, 4 September 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Putu mengatakan demonstrasi besar-besaran kemarin sejatinya dilakukan pada hari biasa. Karena itu, menurut dia, para pelajar seharusnya berada di sekolah masing-masing dan tidak turun ke jalan. 

Putu yakin betul ada andil beberapa pihak yang menghasut para pelajar untuk tetap ikut berunjuk rasa. "Kepentingannya apa (memobilisasi)?" ujar Putu kepada wartawan. 

Menurut Putu, keterlibatan pelajar dalam demonstrasi pada 28 Agustus 2025 mencapai 72 persen. Sementara itu, pada 25 Agustus 2025, ada 51 persen pelajar yang ikut dalam unjuk rasa. 

Kepolisian kemudian melakukan penelusuran untuk menemukan pelaku yang diklaim telah menghasut dan memobilisasi para pelajar agar mengikuti unjuk rasa. Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap enam orang yang dianggap sebagai provokator. 

Empat orang tersebut adalah Delpedro Marhaen, Muzaffar Salim, Khariq Anhar, dan Syahdan Husein. Keempatnya dinilai memprovokasi pelajar untuk bertindak anarkistis lewat sebuah unggahan di media sosial dengan kalimat "kita lawan bareng". 

Kepolisian menilai unggahan tersebut memprovokasi para pelajar untuk turun ke jalan dan mengikuti demonstrasi. "Menyemangati pelajar untuk melawan, melawan petugas," tutur Kepala Unit II Subdirektorat Dirkrimum Polda Metro Jaya Komisaris Gilang Prasetya, Selasa, 2 September 2025. 

Berdasarkan pantauan Tempo di lapangan, kepolisian memang melakukan penyisiran terhadap keterlibatan pelajar dalam demonstrasi pada 28 Agustus 2025. Di sekitar Jalan Gatot Subroto, tampak puluhan polisi menghentikan laju puluhan pelajar. 

Laju kendaraan bermotor puluhan pelajar dihentikan secara paksa ketika menuju country depan gedung DPR/MPR. Beberapa pelajar bahkan terjatuh dari sepeda centrifugal hingga berjalan pincang. 

Para polisi yang mencegat para pelajar itu tak memakai seragam. Mereka kemudian lanjut memukul dan menendang beberapa pelajar yang ditangkap tersebut secara sporadis.

Seorang pelajar yang ditangkap mengaku tak punya niat ikut aksi massa. "Saya baru pulang sekolah, Pak!" teriaknya sambil memohon dilepaskan dari cengkeraman polisi.

Nabiila Azzahra ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article









close
Banner iklan disini