Perang Tomat La Tomatina 2025 Datangkan 22 Ribu Wisatawan ke Spanyol

6 months ago 6

FESTIVAL tahunan La Tomatina kembali digelar di Buñol, Spanyol, pada Rabu, 27 Agustus 2025. Ribuan orang dari berbagai penjuru dunia membanjiri kota kecil itu untuk merayakan pesta yang ke-80. 

Dilansir Independent, sekitar 120 ton tomat dilempar ke jalanan untuk dijadikan senjata saling lempar di antara pengunjung. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan tempat diadakan festival itu ditutupi terpal untuk perlindungan. Kebanyakan orang dari sekitar 22.000 pengunjung yang bergabung dalam perang tomat itu mengenakan kacamata renang dan penyumbat telinga untuk perlindungan.

Jalanan Buñol seketika berubah menjadi lautan merah basah dan licin, mirip semangkuk besar sup tomat. Peserta tertawa, terpeleset, saling melempar, dan berbaur tanpa batas usia, ras, atau bahasa. Semua larut dalam kekacauan yang menyatukan.

Tahun ini, La Tomatina mengusung tema "Tomaterapia" atau "Terapi Tomat". Tema ini mencerminkan ketangguhan masyarakat pascabanjir dahsyat di Spanyol pada Oktober 2024. 

Perang tomat berlangsung selama satu jam. Acara resmi dimulai setelah sebuah ham diambil dari atas tiang yang dilumuri minyak oleh seorang peserta dan berakhir ketika tembakan kedua kembang api peringatan terdengar. Para peserta kemudian menuju kamar mandi bersama untuk membersihkan diri dari tomat kental setinggi mata kaki.

Bendera Palestina 

Tahun ini La Tomatina juga menjadi panggung solidaritas. Satu partai sayap kiri lokal mendukung aksi warga yang mengibarkan bendera Palestina dan membentangkan spanduk menolak kampanye militer Israel di Gaza. Tindakan ini dilakukan secara damai, menunjukkan bahwa ruang publik dan budaya bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan perdamaian, bahkan di tengah festival tomat. 

Sejarah La Tomatina berawal dari Rabu terakhir Agustus 1945 ketika seorang anak laki-laki jatuh dari parade dan menabrak kios pasar sayur. Insiden itu menciptakan keributan yang kemudian meluas menjadi perang tomat hingga akhirnya pemerintah daerah turun tangan. Acara tersebut berulang setiap tahun. Namun, pemerintah Spanyol baru secara resmi mengakuinya sebagai objek wisata internasional sejak 2002. 

Tomat Ditanam Khusus 

Tomat tahun ini, berasal dari Don Benito, sebuah kota yang berjarak lebih dari lima jam perjalanan. Ratusan ton tomat itu ditanam khusus untuk festival ini sehingga tidak mempengaruhi pasokan tomat untuk makanan. 

Wakil Wali Kota Sergio Galarza mengatakan bahwa festival ini berlangsung seru dari tahun ke tahun. "Anda dapat melihat bagaimana ‘Tomatina’ tumbuh dan berkembang, dan Anda dapat menikmati festival yang sangat menyehatkan," kata dia. 

Festival serupa La Tomatina telah diselenggarakan di seluruh dunia, mulai dari Florida, Sutamarchán, Amsterdam, hingga Hyderabad, tetapi festival ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Buñol.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini