Lini depan timnas U-23 Indonesia menjadi sorotan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Laos di laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
5 September 2025 | 14.01 WIB
PENGAMAT sepak bola Mohamad Kusnaeni menyoroti penampilan Rafael Struick saat timnas U-23 Indonesia menghadapi Laos dalam laga pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Rabu, 3 September 2025. Skuad Garuda Muda gagal mencetak gol dan pertandingan berakhir dengan skor 0-0 meski mampu mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang gol.
Menurut Kusnaeni, Rafael yang selama ini lebih banyak diandalkan di timnas senior, mampu menghidupkan lini depan dengan kematangan dan pengalaman dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur itu. Namun, pemain berusia 22 tahun yang kini membela klub Indonesia Dewa United itu belum berkontribusi secara optimal di lini depan.
Bung Kus, biasa Kusnaeni disapa, menilai kerja sama Rafael dengan tandemnya di lini serang, Jens Raven juga belum terjalin dengan bagus. "Masih terlihat Rafel kurang tenang, kurang percaya diri, dan kerja sama dengan Raven belum cukup padu," kata Kusnaeni kepada Tempo pada Kamis, 4 September 2025.
Meski timnas Indonesia U-23 unggul dalam segala aspek, seperti dari segi menyerang, bertahan, dan pengusaan permainan, tim asuhan Gerald Vanenburg itu masih bermasalah dalam penyelesaian akhir. "Kita punya banyak peluang tapi gagal dimanfaatkan jadi gol," tutur dia.
Rafeel menjadi salah satu pemain kunci di skuad asuhan Gerald. Dia turun sebagai starter, tetapi belum menunjukkan hasil memuaskan di lapangan. Pada menit ke-72, dia melepaskan tembakan namun bisa dihalau kiper.
Pesepak bola timnas U-23 Indonesia Jens Raven (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas U-23 Laos Phetdavanh Somsanid (kanan) dalam Kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 3 September 2025. Antara/Sigid Kurniawan
Jens Raven memiliki catatan serupa. Penyerang tengah berusia 19 tahun yang kini membela Dewa United itu terlibat dalam beberapa peluang tapi penyelesaian akhirnya kurang klinis.
Pemain lain, gelandang Arkhan Fikri mendapatkan peluang mencetak gol pada menit ke-55 melalui tendangan dari luar kotak penalti, tetapi tembakannya diblok oleh kiper Laos, Kop Lokphathip. Sebelumnya dia tak bisa bermain maksimal di Piala AFF U-23 2025 karena cedera di babak grup.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pengamat sepak bola Supriyono Prima mengungkapkan hal senada. Menurut dia, eksekusi pemain muda Garuda tidak matang sehingga gagal mencetak gol meski menguasai permainan hingga 83 persen. Karena itu, kata dia, pelatih timnas U-23 Indonesia harus selektif dalam memilih pemain yang diturunkan sebagai starter.
Gerald, kata Supriyono, perlu melakukan rotasi posisi pemain untuk dua pertandingan berikutnya melawan Makau dan Korea Selatan. Menurut dia, para pemain yang kuat dalam memegang bola patut menjadi pilihan. "Berani melakukan penetrasi, seperti Zanadin Faris, Ananda Raehan," tutur dia.
Zanadin yang berposisi sebagai gelandang saat ini bermain untuk klub Super League Persis Solo. Sementara Ananda yang berposisi sama, merumput di PSM Makassar.
Setelah gagal meraih poin penuh melawan Laos, Indonesia akan menghadapi Makau pada 6 September nanti dan Korea Selatan pada 9 September nanti. Hasil dari dua pertandingan itu akan menentukan lolos atau tidaknya skuad asuhan Gerald Vanenburg ke Piala Asia 2026.
Supriyono mengatakan, Garuda Muda harus belajar dari pertandingan melawan Laos. "Mau bagaimana nanti setelah hasil insignificant yang ditahan imbang 0-0 oleh Laos. Padahal kita tuan rumah," ucapnya.
Timnas U-23 Indonesia harus bekerja keras memenangkan dua pertandingan tersisa di Grup J untuk bisa lolos ke Piala Asia 2026. Sebab, hanya tim yang menjadi juara di 11 grup dan empat tim runner-up terbaik yang akan berlaga di Arab Saudi pada 7-25 Januari 2026.
Pilihan Editor: Mengapa Lini Depan Timnas U-23 Indonesia Tumpul?

PODCAST REKOMENDASI TEMPO
.png)
6 months ago
7












/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



