Pengemudi Ojol Tewas Ditabrak Mobil Rantis Brimob, Kapolri Minta Propam Turun Tangan

6 months ago 9

Liputan6.com, Jakarta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menindaklanjuti insiden mobil Barracuda Brimob yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat kericuhan demo DPR.

Dia langsung memerintahkan Propam Polri turun tangan.

"Saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/8/2025).

Listyo menyatakan, Kadiv Propam Polri, Kapolda Metro Jaya, hingga Tim Pusdokkes Polri tengah melakukan pencarian keberadaan korban.

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya, saat ini kami sedang mencari keberadaan korban," jelas dia.

"Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga, dan juga seluruh keluarga besar ojol," sambungnya.

Penjelasan Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional

Kericuhan demo DPR, di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) memakan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan tewas setelah terlindas Mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, membenarkan kabar duka tersebut.

"Iya betul. Satu yang sudah meninggal di RSCM, itu dari driver Gojek yang terlindas mobil Barakuda Brimob tadi," kata Andi saat dihubungi, Kamis malam.

Dia mengatakan, Afan tewas setelah terpeleset saat berusaha menyeberang di tengah kericuhan. Mobil barakuda Brimob yang melaju tidak berhenti dan akhirnya melindas tubuh korban.

"Sebetulnya ini kan ada mobil barakuda ini berjalan di tengah dengan kecepatan ini ya. Nah, sepertinya almarhum ini ingin menyeberang dari sebelah kiri ke sebelah kanan, namun terpeleset di tengah," ujar dia.

"Terpeleset di tengah, akhirnya terlindas seperti itu. Nah, saat terlindas ini harusnya kan mobil barakuda itu mundur, tapi itu tidak mundur, karena mungkin juga massa juga bergerak menuju mobil tersebut, hingga akhirnya ya mau tidak mau barakuda itu melanjutkan perjalanannya," sambung dia.

Buat Marah

Insiden itu memicu kemarahan rekan-rekan ojol. Massa ojol sempat mengejar kendaraan taktis tersebut hingga masuk ke Mako Brimob, Kwitang.

"Hingga detik ini kawan-kawan masih ada yang di Brimob, ada yang merapat di Mako Brimob, di Kwitang. Mereka sih mendesak agar pihak kepolisian khususnya Brimob untuk bertanggung jawab atas kejadian ini," ucap dia.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini