Pembunuhan Staf KBRI Peru Diduga Terkait Perempuan Jaringan El Chino

6 months ago 4

PENEMBAKAN terhadap staf KBRI Peru Zetro Leonardo Purba, 40 tahun, Senin lalu di distrik Lince, telah membawa krisis keamanan serius negara itu menjadi perhatian internasional. Menurut media Peru, La Republica, Zetro Leonardo tidak memiliki catatan kriminal di negara tersebut.

Sumber kepolisian mengungkapkan kemungkinan penyebab penyerangan tersebut. Ia mengatakan pembunuhan terhadap Zetro Leonardo diduga berkaitan dengan serang perempuan yang bekerja di daerah Risso.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Tim telah dikerahkan ke Risso. Korban tidak terkait dengan germo, tetapi ia dilaporkan dekat atau terkait dengan seorang perempuan yang bekerja di daerah tersebut," kata seorang agen yang mengetahui kasus ini.

Perempuan yang merupakan teman Zetro, memiliki hubungan dan seorang pria yang dijuluki El Chino. Ia diyakini terlibat dalam kematian Zetro Leonardo Purba.

"Beberapa nomor, yang tampaknya milik anak perempuan, dengan kode Venezuela dan Kolombia, ditemukan di ponsel almarhum. Nomor-nomor tersebut sedang dilacak. Rupanya, ia sering mengunjungi tempat itu," tambahnya.

Menurut laporan polisi, "El Chino" diyakini sebagai pemimpin geng "One Family."  Jaringan El Chino ini dikenal melakukan eksploitasi seksual, pemerasan, dan pembunuhan kontrak. 

Carlos Malaver, Menteri Dalam Negeri, menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan pembunuhan tersebut dilakukan oleh pembunuh bayaran. "Ini pembunuhan berkualifikasi, kasus pembunuhan kontrak, berdasarkan cara kejadiannya. Tidak ada barang curian. Mereka menunggunya, dan tembakan dilepaskan ke kepalanya. Mereka mencoba membunuhnya secara langsung. Kami tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun, kami masih menyelidiki," ujarnya dilansir dari La Republica.

Menurut para saksi, para pelaku yang membunuhnya datang dengan sepeda motor. Mereka mencegatnya saat dia sedang berkendara, dan menembaknya tiga kali.

Saksi mata melaporkan aktivitas mencurigakan. "Di bengkel peralatan di blok tersebut, seorang pria yang tampak berjaga dengan sepeda centrifugal mendekat untuk menanyakan apakah mereka memperbaiki televisi, yang tidak masuk akal," kata mereka.

Kemarin, keluarga korban telah dipindahkan ke lokasi lain. Hal ini merupakan tanggapan atas permintaan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, yang meminta otoritas Peru untuk memperkuat langkah-langkah keamanan bagi personel diplomatik negaranya dan keluarga mereka.

Zetro Leonardo Purba adalah staf KBRI di Peru. Sebelumnya ia bekerja di Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia, sebagai Bendahara dan Pengelola Rumah Tangga (BPKRT). Ia memiliki gelar di bidang akuntansi dan juga memperoleh sertifikasi bendahara negara.

Pada 2024, Zetro diangkat sebagai Deputi Manajer Kinerja Organisasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Ia kemudian ditugaskan ke Lima. Ia tiba bersama istri dan anak-anaknya lima bulan yang lalu. Ia tidak bisa berbahasa Spanyol. Ia bersepeda di malam hari karena tempat tinggalnya yang dekat dengan misi diplomatik.

Pilihan editor: Kecelakaan Kereta Gantung di Lisbon Tewaskan 15 Wisatawan

Read Entire Article









close
Banner iklan disini