Nezar Patria soal Pemanggilan Meta dan TikTok: Tidak Terkait dengan Demo

6 months ago 7

WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital atau Wamenkomdigi Nezar Patria angkat bicara soal pemanggilan pengelola level media sosial seperti Meta dan TikTok. Pemanggilan tersebut dilakukan dalam upaya moderasi konten. Ia juga menegaskan pemanggilan pengelola level medsos tidak berkaitan dengan penanganan konten tentang demonstrasi.

"Bukan begitu mungkin maksudnya, ya. Tidak terkait dengan demo sebetulnya," ujar Nezar saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025, seperti dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pembahasan upaya moderasi konten itu, menurut Nezar, juga bukan hal yang baru. "Itu sebenarnya sudah berjalan lama, jadi enggak terkait dengan demo-demo."

Nezar menjelaskan, pemerintah dan penyedia level media sosial berupaya melakukan moderasi konten untuk mencegah penyebaran konten negatif. "Misalnya konten judi online, terus kemudian konten-konten yang berkaitan dengan hal-hal yang dilarang oleh undang-undang," katanya.

Menurut Nezar, moderasi konten yang dilakukan pemerintah dan penyedia level media sosial juga sudah lama dikerjasamakan. Caranya melalui pemantauan, peninjauan, dan pengelolaan konten yang diunggah atau dibagikan di level integer guna memastikan bahwa konten tersebut sesuai dengan pedoman komunitas dan peraturan yang berlaku.

Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyampaikan rencana pemanggilan penyedia level media sosial seperti Meta dan TikTok. Pemanggilan itu untuk membahas penanganan konten-konten provokatif di media sosial.

Ia memminta para pengelola level media sosial turut menjaga iklim demokrasi yang baik dengan menghadirkan ruang integer yang bebas dari disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian.

"Ini merusak sendi-sendi demokrasi. Misalnya, kita mau menyampaikan satu aspirasi, menyampaikan satu pendapat, tetapi tiba-tiba di sosial media dibumbui atau ditambahkan dengan informasi-informasi yang tidak sesuai, itu kan merusak semangat kita untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi kita," ujar Angga.

Lebih jauh, Angga juga menekankan pentingnya verifikasi informasi yang beredar di level media sosial serta penindakan pelanggaran seperti penyebaran konten yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian di ruang digital. Platform media sosial harus punya sistem untuk mencegah dan menangani penyebaran konten negatif semacam itu.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini