Misteri Kematian Brigadir Esco, Siapa Pembunuhnya?

6 months ago 8

KEPOLISIAN masih terus mendalami kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polres Lombok Barat yang ditemukan tewas pada Ahad, 24 Agustus 2025 di kawasan perbukitan Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kabupaten Lombok Barat. Penyelidikan hingga kini belum rampung dan masih berada pada tahap awal pengungkapan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat atau Polda NTB Kombes Pol. Syarif Hidayat menyampaikan bahwa tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan keterangan tambahan terkait kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui istri Brigadir Esco yang berprofesi sebagai polisi wanita (polwan) termasuk dalam daftar saksi yang sudah dimintai keterangan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Jadi, sudah ada puluhan, sekitar 23 orang yang diperiksa, orang yang pertama menemukan, rekan kerjanya, dan istrinya polwan,” kata Syarif di Mataram, Jumat, 29 Agustus 2025.

Meskipun pemeriksaan saksi telah dilakukan secara intensif, pihak kepolisian masih menahan diri untuk menyampaikan item hasil pemeriksaan tersebut. Menurut Syarif, hal itu dilakukan agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Karena ini masih berjalan di tahap penyelidikan, jadi nanti saja kami sampaikan perkembangan,” ujarnya.

Syarif menambahkan bahwa pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi lain. Hal ini berkaitan dengan upaya untuk mendapatkan information baru, salah satunya melalui analisis telepon seluler milik Brigadir Esco.

Menurutnya, kepolisian telah meminta dukungan dari Bareskrim Polri untuk meretas ponsel korban. Hasil dari analisis perangkat tersebut akan dibandingkan dengan keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa sebelumnya. “Nantinya hasil analisis ponsel akan kami sesuaikan lagi dengan keterangan saksi-saksi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius dari Polda NTB. Penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kematian Brigadir Esco.

Temuan Autopsi Brigadir Esco

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa indikasi adanya tindak pidana mulai terlihat dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Dari pemeriksaan forensik, ditemukan adanya luka pada bagian leher korban yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.

“Kekerasan di leher korban,” kata Syarif.

Ia menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyelidikan. Dengan adanya hasil autopsi, penyelidikan kini mengarah pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya personel Polres Lombok Barat itu.

Kronologi Penemuan Jasad

Jasad Brigadir Esco pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Minggu, 24 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 Wita. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang dengan kondisi leher terikat tali pada sebuah pohon kecil di country perbukitan.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat yang datang ke lokasi segera melakukan evakuasi jasad sekaligus menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas Brigadir Esco diketahui dari barang-barang yang ditemukan di tubuhnya, seperti telepon genggam, jam tangan, dan kunci kendaraan roda dua yang ada di kantong celana.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini