Menko Airlangga Bantah Menteri Keuangan Sri Mulyani Mundur

6 months ago 5

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Perekenomian Airlangga Hartarto memastikan kabar yang menyebut Sri Mulyani mundur dari jabatan Menteri Keuangan tidak benar. Sri Mulyani ikut menghadiri rapat kabinet yang digelar Presiden Prabowo Subianto sore hari ini di Istana Negara Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Dia menegaskan, isu Sri Mulyani mundur dari kabinet Metah Putih menyusul eskalasi massa yang turut membuat kediaman pribadinya menjadi sasaran tidak benar.

"Tidak, tidak (mundur)," kata Airlangga saat ditanya awak media soal isu mundurnya Sri Mulyani, Minggu (31/8/2025).

"Ada tadi ibu (Sri) di dalam ikut rapat," imbuh dia.

Pengarahan Presiden

Airlangga menjelaskan, situasi rapat kabinet tidak berjalan dua arah. Menurut dia, Presiden Prabowo hanya menyampaikan arahan saja kepada para menterinya.

Dia pun memastikan tidak ada penyampaian apapun dari para menteri, termasuk Sri Mulyani.

"Tidak (ada penyampaian menteri), hanya pengarahan presiden saja," ucap Airlangga.

Rumah Sri Mulyani Dijarah

Kabar mundurnya Sri Mulyani mencuat usai tragedi rumahnya di Kawasan Bintaro dijarah, semalam. Sekuriti kompleks rumah Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, kronologi ratusan massa berbondong-bondong menjarah rumah Sri Mulyani. Massa melewati pintu gerbang masuk Jalan Mandar, tepat di depan jalan utama, Jalan Bintaro Utama 3.

Ali dan Jayadi adalah dua sekuriti yang menjaga gerbang utama menduga gerakan massa tersebut terlihat berpola. Mereka berkumpul dahulu sekitar jam 12.30 dini hari, di depan komplek Jalan Mandar.

"Jumlahnya ratusan, mungkin mendekati seribuan orang," kata Ali seperti dilansir Antara, Minggu (31/8/2025).

Saksi lain yang tidak disebutkan namanya menyatakan, massa tersebut seperti menunggu aba-aba terlebih dahulu sebelum massa masuk kompleks. Sekuriti dan warga tidak bisa mencegah massa masuk ke kompleks karena jumlahnya terlalu banyak.

Warga menduga ada pemberi komando lewat kembang api yang dinyalakan sebagai tanda massa segera bergerak. Sang pemberi komando itu juga berseru kepada massa agar jangan ada yang membawa centrifugal ke dalam kompleks.

"Aba-aba itu adalah kembang api, karena segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk kompleks," kata saksi itu.

"Kami tak kuasa mencegahnya, terlalu banyak," kata Jayadi.

Pemberi Komando dari Mobil Sedan

Selain itu, warga setempat bernama Eka juga kaget melihat banyaknya massa gelombang kedua datang lagi. Kali ini, Eka melihat ada sekitar 4 sampai 5 orang di dalam mobil sedan putih seperti memberi komando dengan kode gerak tubuh.

"Tiba-tiba, dari jalan tengah itu ada suara petasan, saya pikir suara tembakan, beberapa kali. Langsung massa bergerak masuk," ujar Eka.

Berita penjarahan rumah Sri Mulyani di Bintaro ini awalnya muncul dari unggahan media sosial milik warga sekitar jam satu dini hari.

Dari beberapa tayangan dan video yang juga diambil Joko, warga mengambil apa saja yang ada di rumah Sri Mulyani, termasuk televisi, isi lemari dan banyak lagi.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini