Mengapa Gol Kemenangan Liverpool Sering Terjadi di Menit-menit Akhir?

6 months ago 3

LIVERPOOL yang kerap mencetak gol kemenangan terlambat menjadi sorotan. Terbaru, mereka mengalahkan Atletico Madrid dalam laga pertama Liga Champions di Anfield pada Kamis, 18 September 2025, juga dengan gol di pengujung pertandingan.

Laga itu berlangsung dramatis. Bermain di hadapan pendukungnya, Liverpool unggul dua gol dalam waktu enam menit melalui Andy Robertson dan Mohamed Salah. Namun, Atletico Madrid bisa menyamakan kedudukan lewat dua gol Marcos Llorente.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat laga tampak bakal berakhir imbang. Virgil van Dijk muncul sebagai pahlawan ketika sundulannya yang memanfaatkan sepak pojok Dominik Szoboszlai di masa wounded time, tepatnya pada menit ke-92.

Apa yang terjadi dalam kemenangan dramatis melawan Atletico itu menambah rentetan kejadian serupa yang didapati dari empat pertandingan awal Liverpool musim ini. Skuad asuhan Arne Slot selalu mencetak gol terlambat atau setelah menit ke-80 dan itu menjadi gol penentu. 


Catatan Empat Laga Liverpool di Liga Inggris Musim Ini

Pertandingan pertama Liverpool menjamu Bournemouth di Liga Inggris pada 16 Agustus lalu. The Reds mencetak dua gol melalui Hugo Eketike (37') dan Cody Gakpo (49') sehingga unggul dua gol lebih dulu. Lalu, mereka kebobolan dua gol oleh Antoine Semenyo (64' dan 76') sehingga kedudukan imbang. 

Namun, pada menit akhir, Federico Chiesa yang turun dari bangku cadangan mencetak gol ketiga Liverpool pada menit ke-88, hanya enam menit setelah dimainkan menggantikan Florian Wirtz. 

Menjelang akhir laga, tepatnya menit ke-90+4', Mohamed Salah mencetak gol keempat. Gol ini tercipta berkat assistance pemain pengganti Wataru Endo, yang masuk menggantikan Jeremie Frimpong pada menit ke-60.

Laga selanjutnya, saat Liverpool menundukkan tim tuan rumah Newcastle United dengan skor 3-2 pada laga pekan kedua Liga Inggris, 26 Agustus 2025. Gol penentu kemenangan tercipta pada menit ke-90+10' melalui Rio Ngumoha.

Seperti pertandingan sebelumnya, Liverpool unggul dua gol lebih dulu melalui Ryan Gravenberch (35') dan Hugo Ekitike (46'). Lalu, Newcastle yang bermain dengan sepuluh pemain karena Anthony Gordon mendapat kartu merah, mampu menyamakan kedudukan lewat Bruno Guimaraes (57') dan William Osula (88').

Dalam situasi itu, Ngumoha yang dimasukkan menggantikan Cody Gakpo pada wounded time, menit ke-90+6, mencetak gol kemenangan hanya empat menit setelah dimainkan. Itu menjadi debut manis penyerang yang usianya baru genap 17 tahun tiga hari kemudian itu bersama tim utama Liverpool di Liga Inggris.

Saat menjamu Arsenal di Liga Inggris pada 31 Agustus lalu, Liverpool juga menang dengan gol terlambat. Kedua tim sama-sama kesulitan mencetak gol hingga tercipta gol tuan rumah dari tendangan bebas gelandang Dominik Szoboszlai. Bola sepakannya melayang melewati pagar hidup The Gunners sebelum menukik tak terjangkau kiper David Raya pada menit ke-83. Dalam laga itu, Szoboszlai dimainkan sebagai bek kanan lantaran cedera Frimpong.

4 Laga Pertama Liverpool di Liga Inggris 2025/2026

16 Agustus 2025: Liverpool vs Bournemouth 4-2 (Liga Inggris)
26 Agustus 2025: Newcastle vs Liverpool 2-3 (Liga Inggris)
31 Agustus 2025: Liverpool vs Arsenal 1-0 (Liga Inggris)
14 September 2025: Burnley vs Liverpool 0-1 (Liga Inggris)

Kemenangan Pertama di Liga Champions

Tren mencetak gol kemenangan terlambat di empat laga Liga Inggris berlanjut saat tampil perdana di Liga Champions pada Kamis lalu. Dalam laga itu, Liverpool unggul dua gol atas Atletico Madrid saat pertandingan baru berjalan enam menit. 

Andy Robertson membuka skor pada menit keempat setelah bola dari tendangan bebas Mohamed Salah mengenai tubuhnya dan berbelok mengecoh kiper Jan Oblak. Dua menit kemudian, Salah menggandakan keunggulan dengan penyelesaian dingin memanfaatkan umpan Ryan Gravenberch. 

Atletico tak menyerah. Pasukan Diego Simeone tak menyerah. Mereka terus berusaha menciptakan peluang dan akhirnya dua gol balasan tercipta melalui Marcos Llorente pada tambahan waktu babak pertama dan menit ke-81.

Kapten Virgil van Dijk membawa kemenangan dengan gol yang dibuatnya di detik-detik akhir wounded time. Bola dari tendangan sepak pojok Szoboszlai bisa dia sundul ke arah gawang sehingga laga berakhir dengan skor 3-2. 

Kemenangan itu menjadi kado bagi Slot yang berulang tahun ke-47 pada 17 September. Pelatih kebangsaan Belanda itu mengungkapkan bahwa ini adalah tahun kedua beruntun dia merayakan ulang tahun di malam Liga Champions, di mana para pemainnya memberinya hadiah kemenangan di dua laga itu.

"Saya ingin bertanya kepada UEFA, apakah tahun depan saya bisa merayakan ulang tahun saya bersama temand an keluarga! Malam yang luar biasa lagi di Anfield," ucapnya seusai pertandingan, dilansir dari situs resmi klub, liverpoolfc.

Mengenai gol kemenangan di menit-menit akhir, menurut Slot, hal itu seharusnya tidak seperti itu, meski tidak mudah mengalahkan Atletico Madrid karena mentalitas mereka. Ada banyak momen yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk terciptanya gol ketiga, tetapi itu tidak terjadi. 

Slot melihat situasi yang dihadapi pasukannya melawan klub Spanyol itu di Liga Champions berbeda dengan yang terjadi di Liga Inggris. "Itu mungkin sedikit berbeda dengan pertandingan melawan Burnley, Arsenal, atau Newcastle, di mana kami tidak menciptakan banyak peluang seperti yang kami lakukan malam ini," ucapnya. 

Mentalitas Pemain

Liverpool yang selalu bisa menemukan cara mencetak gol pada menit-menit akhir untuk memenangi laga pada musim ini menurut Slot karena mentalitas yang dimiliki para pemainnya. Ia menegaskan bahwa skuadnya sangat bugar sehingga mampu menekan sekali lagi ketika pertandingan berlangsung. 

Slot meyakini timnya tidak membutuhkan perpanjangan waktu di setiap pertandingan untuk memenangi laga. Akan tetapi, dia meyakini pasukannya akan terus berusaha menekan jika tidak mencetak gol. "Itulah mentalitas yang dimiliki tim ini," ucapnya. 

Namun, dia melanjutkan, hal itu bukan hanya mentalitas semata. Kebugaran pemain dan persiapan, serta kualitas yang luar biasa. Dia mencontohkan yang terjadi pada gol Van Dijk dalam kemenangan atas Atletico Madrid. Itu terjadi karena umpan silang dari Szoboszlai yang berkualitas dan cara bek Belanda itu menyundul bola. 

Slot menyadari gol kemenangan di menit-menit akhir timnya melawan Atletico Madrid akan menjadi pembahasan media, apalagi itu juga terjadi dalam lima pertandingan terbaru timnya. "Tapi bagi saya, itu adalah pertandingan yang berbeda dari yang pernah kami mainkan sebelumnya."

Dia melihat banyak hal bagus, tetapi bukan pertama kalinya kami kehilangan keunggulan 2-0, yang berbeda dengan yang kami berikan saat melawan Bournemouth, karena yang ini tidak ada hubungannya dengan serangan balik. "Tapi kami memang kehilangan keunggulan 2-0 yang bukan ciri khas kami musim lalu. Jadi, ya, memang banyak yang perlu ditingkatkan, tetapi ada juga banyak yang bisa disukai," tuturnya.


Pemain Cadangan Berkualitas dan Kejelian Slot

Selain mentalitas, seperti yang diungkapkan Slot, pemain cadangan yang mumpuni menjadi salah satu faktor yang membuat Liverpool mampu mencetak gol di menit-menit akhir. Hal itu bisa terlihat ketika mengalahkan Bournemouth. 

Saat menghadapi Bournemouth, ketika kedudukan imbang 2-2, Chiesa masuk ke lapangan menggantikan Wirtz pada menit ke-82. Enam menit kemudian, dia mencetak gol untuk Liverpool sehingga kedudukan menjadi 3-2, sebelum gol Salah pada wounded time. Yang patut dicermati juga, gol Salah berkat assistance dari  Wataru Endo, yang masuk sebagai penganti Jeremie Frimpong pada menit ke-60.

Berikutnya, pada saat mengalahkan Newcastle, Ngumoha yang masuk menggantikan Cody Gakpo pada wounded time, menjadi pencetak gol kemenangan setelah empat menit masuk ke lapangan.

Situasi mirip terjadi saat melawan Burnley. Slot memasukkan Ngumoha dan Frimpong pada menit ke-87 untuk menambah kecepatan dan variasi serangan. Tak lama setelahnya, umpan Frimpong mengenai tangan Hannibal sehingga wasit menunjuk titik putih. Salah yang menjadi eksekutor, menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga gol penalti pada menit ke-90+5' membawa Liverpool menang.

Strategi Slot terkait dengan keputusannya dalam melakukan pergantian menjadi faktor penting. Pelatih Belanda itu tak segan mengambil risiko. Hal itu bisa terlihat dalam pertandingan melawan Burnley, di mana dia memainkan formasi pemain ace ofensif, dengan lima penyerang, yakni Salah, Chiesa, Ngumoha, Frimpong dan Gakpo; dua bek sayap ofensif yaitu Robertson dan Conor Bradley; lalu Szoboszlai sendirian di lini tengah; sementara Ryan Gravenberch ditarik ke posisi bek menemani Van Dijk. 

Posisi Liverpool di Liga Inggris dan Liga Champions

Berkat kemenangan yang selalu diraih dalam empat pertandingan Liga Inggris, Liverpool yang berstatus sebagai juara bertahan, nangkring di puncak klasemen sementara. Mereka unggul tiga poin dari Arsenal, Tottenham, dan Bournemouth yang ada di bawahnya. 

Di Liga Champions, kemenangan atas Atletico Madrid 3-2 pada laga perdana Kamis lalu, menempatkan mereka di peringkat ke-11 dari 36 tim di klasemen sementara. 

Read Entire Article









close
Banner iklan disini