Liputan6.com, Jakarta- Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar meminta maaf usai video dirinya menyinggung 'kalau mau cari uang jangan jadi guru' viral di media sosial. Video itu membuat warganet ramai-ramai menyampaikan protes di akun Instagramnya @nasaruddin_umar.
Nasaruddin menyadari, potongan pernyataannya yang beredar di media sosial menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru.
"Tak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru. Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia. Karena dengan ketulusan hatilah, generasi bangsa ditempa," ucap Nasaruddin melalui video yang dibagikan di akun Instagramnya, Rabu (3/8/2025).
Nasaruddin mengaku dirinya juga seorang guru, begitu pula sang ayah yang merupakan guru sekolah dasar.
"Puluhan tahun hidup saya abdikan sebagai guru, mendidik di madrasah, pondok, hingga universitas. Saya sangat paham, di balik kemuliaannya, guru juga manusia yang butuh kesejahteraan yang layak," tambahnya.
Perjuangkan Kesejahteraan Guru
Dia menegaskan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru. Tahun ini, sebanyak 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan.
Selain itu, sebanyak 206.411 guru madrasah dan guru pendidikan agama kini mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), naik drastis 700% dari tahun lalu yang hanya 29.933 orang. PPG ini menjadi syarat utama untuk mendapatkan tunjangan profesi.
“Dalam tiga tahun terakhir, Kementerian Agama juga telah mengangkat sekitar 52.000 guru sebagai P3K,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Nasaruddin mengajak seluruh pihak untuk menjaga martabat guru.
“Guru bukan hanya pekerjaan, tapi panggilan jiwa. Dan karena kemuliaannya itulah, negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraannya. Dari tangan guru, masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” pungkasnya.
.png)
6 months ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4023003/original/099779700_1652589008-20220515-kawasan-Puncak-dipadati-pengunjung-ARBAS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395852/original/059565400_1761719504-IMG_1230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256737/original/089202700_1750249802-33283e84-b51c-45ad-88b7-d109fe5b77cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448086/original/075231200_1765984744-Banner_Infografis_Fakta_IPO_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1445503/original/058978900_1482662656-20161225--Kemacetan-Mengular-Menuju-Ragunan-Jakarta--Helmi-Afandi-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/776660/original/052966400_1417978317-Pohon-Tumbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442683/original/005284800_1765564258-IMG_6625.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423875/original/035710600_1764118547-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_22.04.57__2_.jpeg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



