TIM mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menjajal pembuatan cookware bibit tanaman dari bahan jerami padi dan eceng gondok. Pot itu juga dirancang untuk mendukung praktik urban farming.
Tim mahasiswa itu berasal dari berbagai programme studi, yaitu Herlendia, Muhammad Iqbal Syam Bella, dan Muhamad Agra Bifadillah dari Agroteknologi, kemudian Tazqiya Aqoda Syakiroh (Teknologi Industri Pertanian) dan Annisa Nurmailida (Bisnis Internasional).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mereka dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Unpad Vira Kusuma Dewi. “Potnya sudah dicoba, benihnya mulai tumbuh,” kata Vira kepada Tempo, Ahad, 31 Agustus 2025.
Menurut keterangan dari tim mahasiswa, uji tanam itu menggunakan benih sayuran daun, yaitu pakcoy dan pagoda. Adapun benih tanaman lain yang bisa ditanam pada cookware berbahan organik itu, seperti bayam, sawi, selada, kangkung, caisim, kale, seledri, serta sayuran buah seperti tomat, cabai, terong, mentimun, pare, dan paprika.
Mereka juga membandingkan pertumbuhan benih yang disemai dengan cookware biasa. Pada perbandingan dua jenis cookware itu, bukan soal tanaman mana yang cepat tumbuh. “Melainkan bagaimana kualitas benih yang tumbuh dapat optimal sehingga menghasilkan pertumbuhan yang maksimal,” ujar tim.
Berdasarkan jurnal peneliti lain, kualitas pertumbuhan benih diukur dari parameter tinggi tanaman, jumlah daun, serta kondisi layu atau tidaknya setelah transplantasi. Parameter tersebut menjadi acuan tim bagi efektivitas cookware buatan mereka untuk dibandingkan secara objektif dengan media cookware lainnya. “Hipotesis kami adalah benih yang disemaikan akan memiliki kualitas pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan benih pada cookware konvensional,” kata tim.
Teorinya, cookware berbahan organik mampu menyediakan nutrisi awal melalui kompos eceng gondok, biochar, jerami padi, dan cocopeat, sehingga benih memperoleh suplai hara yang lebih cepat. Selain itu, adanya desain perforasi memudahkan pemindahan ke lahan permanen dan meminimalisasi kerusakan akar.
Dengan kombinasi kedua keunggulan tersebut, benih akan lebih adaptif, sehat, dan mampu mencapai pertumbuhan yang optimal. “Karena ini kita harapkan saat pindah tanam, bibit tidak akan stres,” ujar Vira.
Dari laman Unpad, cookware buatan tim mengandung bahan utama berupa jerami padi, biochar, kompos eceng gondok, larutan kitosan, tapioka, dan cocopeat. Komposisi itu memberikan kekuatan struktur, memperbaiki kondisi tanah, sekaligus menyumbang unsur hara yang dibutuhkan bibit. Pot mereka buat sebanyak 105 lubang tanam dengan kedalaman 3,5 cm, tinggi 4 cm, dan lebar atas 3,5 cm.
.png)
6 months ago
6










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



