Kronologi Ketua NasDem Sumut Jadi Korban Salah Tangkap, Dipaksa Turun dari Pesawat Garuda

5 months ago 3

Ketua Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar kaget bukan kepalang saat beberapa lelaki berpakaian preman didampingi petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Kualanamu dan awak kabin Garuda menyodorkan secarik kertas berisi perintah penangkapan dirinya. Tuduhannya, karena terlibat judi online.

Insiden itu terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 193 rute Kualanamu–Soekarno Hatta, sesaat sebelum pesawat lepas landas sekitar pukul 19.25 WIB, kemarin.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Saya di spot 37 H dan penumpang lain sudah berada di kursi masing-masing dan bersiap untuk instrumentality off. Tiba-tiba sejumlah pria berpakaian preman mengaku polisi, datang bersama petugas Avsec Bandara Kualanamu dan awak kabin Garuda hendak menangkap saya. Ada surat perintah penangkapan atas nama Iskandar," kata Iskandar kepada Tempo, Kamis malam 16 Oktober 2025.

Kerena tak merasa sebagai Iskandar yang dituduhkan perkara judi online, ia lantas memberi penjelasan kepada orang yang mengaku polisi tersebut. "Saya bilang, Iskandar yang mau kalian tangkap siapa? Saya Iskandar tapi bukan yang kalian mau tangkap.Hanya karena nama saya sama dengan people penangkapan, saya diturunkan dari pesawat dan dimintai keterangan," ujarnya.

Tindakan pemaksaan keluar dari kabin pesawat terhadap Iskandar dilakukan secara terburu-buru, tanpa verifikasi identitas yang akurat, dan tanpa koordinasi yang memadai dengan otoritas hukum.

"Kru pesawat tidak memberikan perlindungan atau klarifikasi, melainkan turut serta dalam proses pemaksaan. Saya dipaksa berdiri dan meninggalkan tempat duduk di hadapan seluruh penumpang lain, sehingga menimbulkan stigma dan merasa dipermalukan, tertekan dan terteror," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan identitas kepada dirinya, sambung Iskandar, barulah polisi mengatakan terjadi kesalahan identifikasi orang yang akan ditangkap.

"Bukan saya, tapi Iskandar yang lain. Saya keberatan karena kecuali kejahatan dan ancaman terorisme, tidak seorang pun boleh ditangkap dan diturunkan dari pesawat. Saya akan menempuh upaya hukum dalam insiden ini," ujarnya.

Melalui kuasa hukumnya, Iskandar melayangkan somasi kepada Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan; Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan; Kepala Otoritas Bandara Internasional Kualanamu; Kepala Satuan Aviation Security PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu.

"Untuk menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi resmi insiden salah tangkap dan pemaksaan keluar dari pesawat, secara terbuka kepada saya." ujar Iskandar.

Kepala Polrestabes Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak yang dihubungi belum membalas pesan singkat dan telepon Tempo. Adapun Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Ferry Walintukan membenarkan personel Polrestabes Medan sedang melakukan penyelidikan kasus scamming dan judi online.

"Kami dari kepolisian meminta maaf jika ternyata ada ketidaknyamanan atau ketersinggungan dari yang bersangkutan." kata Walintukan.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini