KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kesaksian seorang pegawai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Pekerjaan Umum ihwal perencanaan anggaran di Dinas PU Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pendalaman ini untuk mengetahui aliran uang dalam pengusutan dugaan korupsi peningkatan jalan di lingkungan Dinas PU Kabupaten Mempawah tahun anggaran 2015.
"Bagaimana proses dan mekanisme terkait dengan perencanaan, pengesahan anggaran itu, dan pelaksanaan yang dilapangan seperti apa," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 September 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adapun seorang ASN di Kementerian PU yang dimintai keterangan oleh penyidik pada hari ini yaitu bernama Desi Meriana. Dia diperiksa sebagai saksi dalam dugaan korupsi di Mempawah.
Budi menyebut bahwa dana alokasi khusus untuk di Dinas PU Mempawah pun sebelumnya disahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum kala itu. Sehingga, kata Budi, para penyidik ingin mengetahui proses pengesahan anggaran untuk Dinas PU Mempawah.
Selain itu, kata Budi, lembaganya pun tengah mendalami alur pencairan anggaran yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam permasalahan ini. Penelusuran itu untuk mengetahui asal-usul uang yang diperoleh pemerintah daerah Mempawah. "Kami akan melihat bagaimana proses perencanaan-perencanaan yang dilakukan di pemerintah daerah Mempawah," kata Budi.
Lembaga antirasuah menduga proses pencairan anggaran di pemerintah daerah Mempawah pun melewati Kementerian Keuangan. Para penyidik di KPK, kata Budi, juga memperkirakan adanya keterlibatan pemerintah pusat dalam dugaan korupsi ini.
"Kemudian nanti juga proses di pusatnya, sehingga proses-proses di Kemenkeu , transportation dari anggaran itu seperti apa dan pengesahannya seperti apa. Nah itu juga didalami," ucapnya.
Sebelumnya, KPK juga tengah mendalami keterlibatan Ria Norsan di kasus ini. Lembaga antirasuah menduga Gubernur Kalimantan Barat itu mengetahui pelaksanaan proyek peningkatan jalan saat masih menjabat sebagai Bupati Mempawah.
"Nah kepala daerah itu pasti mengetahui baik dari penganggarannya mau pun juga pelaksanaannya. Ini yang sedang kami dalami," ujar Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Penyidik, kata dia, baru menemukan sejumlah bukti keterlibatan Ria Norsan dari keterangan para pelaksana proyek itu. Asep mengatakan bahwa hingga saat ini lembaganya masih mendalami keterlibatan Gubernur Kalbar itu berdasarkan bukti dan fakta yang telah ditemukan oleh para penyidik. "Nah ini kami sedang berupaya untuk menggali," ujarnya.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ini. Dua orang merupakan penyelenggara negara, dan satu dari pihak swasta.
KPK sebelumnya telah menggeledah di sejumlah titik di Kalimantan Barat sebagai bagian dari penyidikan perkara dugaan korupsi. Juru bicara KPK yang saat itu masih dijabat oleh Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan penggeledahan itu dilaksanakan di 16 lokasi di Kabupaten Mempawah, Sanggau, dan Pontianak. Penggeledahan ini di beberapa kantor dan rumah.
Dia mengatakan penggeledahan itu berlangsung pada tanggal 25 hingga 29 April 2025. Tessa mengatakan bahwa penyidik telah menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dari 16 lokasi tersebut.
"Ya betul bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi telah dan masih melakukan kegiatan upaya paksa dalam rangka penyidikan," kata Tessa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 April 2025.
.png)
6 months ago
2










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



