Ketika Jose Mourinho Kembali Jadi Pusat Perhatian di Stamford Bridge

5 months ago 3

MANAJER Benfica Jose Mourinho berterima kasih kepada para penggemar Chelsea atas sambutan hangat di Stamford Bridge. Ia senang kembali ke markas The Blues, tetapi ia juga frustrasinya atas kekalahan timnyas pada partai kedua Liga Champions 2025-2026.

Gol bunuh diri Richard Rios pada menit ke-18 sudah cukup untuk memberi The Blues kemenangan 1-0. Pada laga itu, para pendukung Chelsea menyanyikan lagu untuk Mourinho sebagai pengakuan atas delapan trofi, termasuk tiga gelar Liga Premier Inggris, yang ia menangkan selama dua periode kepelatihan di Stamford Bridge.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mourinho memetik kemenangan pada kunjungan pertamanya ke Stamford Bridge pada tahun 2010 bersama Inter Milan. Tetapi, ia kalah dalam tujuh kunjungan berikutnya. Ia pun merenungkan sambutan hangat dari para pendukung Chelsea. 

"Saya tidak memanjakan diri saya dengan kenangan-kenangan ini, saya berusaha memenuhi hasrat saya dengan kemenangan. Tapi saya berterima kasih kepada mereka. Ketika saya di London, saya bertemu penggemar Chelsea setiap hari di jalan. Semoga, saya bisa kembali ke sini 20 tahun lagi bersama cucu-cucu saya,” kata Mourinho setelah pertandingan, dikutip dari ESPN. 

Dalam wawancara terpisah, Mourinho mengatakan bahwa sambutan yang sama terjadi ketika ia kembali ke Stamford Brige bersama Manchester United. Ia adalah manajer MU pada periode 2016-2018. "Orang-orang di Inggris memiliki budaya ini, mereka tidak melupakan orang-orang yang memberi mereka kebahagiaan. Itu terjadi ketika saya datang ke sini bersama United dan ketika saya datang ke sini bersama Inter. Saya selalu menantikan hal yang sama,” ucap dia.

"Ketika Anda pergi ke Old Trafford, itu tidak ada bedanya. Itu budaya mereka. Tentu saja, fokus saya adalah pertandingan, tetapi saya mendengar suara mereka dan saya harus mengucapkan terima kasih kepada para suporter,” kata Mourinho.

Selama pertandingan, Mourinho bereaksi terhadap para suporter yang meneriakkan namanya. Ia sempat memohon kepada suporter Benfica untuk berhenti melempar benda ke arah pemain Chelsea Enzo Fernandez.  Pelatih yang pernah dijuluki “The Special One" itu memang menjadi pusat perhatian di Stamford Bridge pada laga Chelsea dan Benfica.

Ketika peluit akhir berbunyi, Mourinho memeluk pelatih Chelsea, Enzo Maresca, dan segera menghilang di balik terowongan. Ia tampak kecewa karena kalah dan memilih untuk tidak berinteraksi lebih jauh dengan para suporter Chelsea.

Namun, sekembalinya ke Stamford Bridge sebelum pertandingan, ia sempat mengatakan bahwa ia akan selalu menjadi seorang “Blues”. Mourinho menjadi pelatih baru Benfica setelah meninggalkan Fenerbahce di Turki. Ia mengantikan Bruno Lage. Hal itu membawanya kembali ke Liga Champions, kompetisi yang ia menangkan bersama FC Porto pada tahun 2004 dan Inter Milan pada tahun 2010.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini