Ketahui Gangguan Kulit Akibat Stres

6 months ago 2

PERMAHKAH Anda mengalami muncul banyak jerawat ketika sedang merasa stres? Hal ini terjadi karena stres mendorong tubuh menghasilkan hormon seperti kortisol. Hormon ini memberi sinyal pada kelenjar kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak. Kulit yang berminyak lebih rentan terhadap jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya, seperti pori-pori tersumbat, hingga peradangan.

Berbagai Gangguan Kulit akibat Stres

Dinukil dari laman WebMD, stres memicu reaksi kimia di dalam tubuh yang membuat gangguan kulit, kulit lebih sensitif dan reaktif. Kondisi ini juga dapat memperlambat proses penyembuhan dan memperburuk sejumlah masalah kulit. Misalnya stres bisa mengintensifkan psoriasis, rosacea, dan eksim. Psoriasis menyebabkan bercak bersisik dan ruam, sedangkan rosacea menimbulkan kemerahan dan pembuluh darah yang lebih terlihat.

Selain itu, stres dapat menimbulkan biduran, jenis ruam kulit lainnya, serta memicu munculnya luka lepuh akibat demam, hingga membuat kulit merah, gatal, dan meradang. Tak jarang, stres juga mengganggu rutinitas perawatan kulit harian. Saat seseorang diliputi stres, bagian ini sering diabaikan sehingga memperparah kondisi kulit.

Tidak hanya itu, stres kronis juga mempercepat penuaan. Produksi kolagen yang menurun menyebabkan garis halus, kerutan, dan bintik penuaan. Rambut rontok berlebihan pun kerap terjadi, yang bila dibiarkan bisa mengurangi kepadatan rambut secara permanen.

“Stres dan kecemasan sangat mengganggu pikiran Anda sehingga dapat menimbulkan kekacauan dalam tubuh, menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang bisa membuat frustrasi sekaligus memalukan. Berbagai masalah, mulai dari jerawat, eksim, hiperpigmentasi, hingga rambut rontok dan sensitivitas kulit, dampak stres pada kulit Anda bisa sangat signifikan,” ujar ahli bedah plastik dan Direktur Medis DHI India, Viral Desai, dikutip dari Hindustan Times.

Dokter kulit Indian Cancer Society Satish Bhatia turut menambahkan, kecemasan akibat beban kerja atau tenggat waktu berkaitan erat dengan sistem endokrin.“Kecemasan adalah bentuk stres yang memengaruhi sistem endokrin yang menyebabkan perubahan hormonal seperti kortisol, epinefrin, dan adrenalin, respons memicu berbagai perubahan fisik yang berkaitan dengan kecemasan,” kata Bhatia.

Di sisi lain, masalah kulit sendiri bisa menimbulkan stres tambahan. Sebagian orang merasa tidak percaya diri dengan penampilan mereka hingga memilih menarik diri dari lingkungan sosial, yang justru menambah tekanan psikologis.

Pola Hidup untuk Mengurangi Dampak Stres

Mengelola stres menjadi kunci untuk menjaga kesehatan kulit. Dr. Desai menyarankan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam. Tidur cukup 7–8 jam setiap malam juga penting untuk mengatur hormon stres. Selain itu, perawatan kulit sebaiknya menggunakan produk lembut, bebas pewangi, bebas pengawet, dan hipoalergenik. “Selain berkonsultasi dengan dokter kulit, intervensi psikologis dapat menjadi krusial terutama bagi pasien muda yang mengalami masalah kulit,” kata dokter Bhatia.

Adapun menurut laman Health Care University of Utah Health, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan menjaga kesehatan kulit.

1. Jaga Pola Hidup Sehat

Cara sederhana seperti minum cukup air, menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidur di ruangan gelap, menghindari layar terang setidaknya sejam sebelum tidur, serta bangun di waktu yang sama setiap hari, bisa membantu menjaga keseimbangan tubuh dan kulit.

2. Manfaatkan Teknik Relaksasi

Latihan pernapasan lambat, meditasi, hingga yoga dapat membantu menurunkan kecemasan sekaligus meredakan stres.

3. Waspadai Kebiasaan Saat Gugup

Kebiasaan menyentuh wajah ketika tegang bisa memicu masalah kulit. Kesadaran akan hal ini penting untuk mencegah iritasi atau jerawat.

4. Interaksi Sosial

Menjaga hubungan dengan keluarga dan teman juga menjadi kunci. Membuat rencana sederhana bersama orang terdekat bisa membantu meredakan beban pikiran.

5. Rawat Kulit Secara Rutin

Selain menjaga tubuh, perawatan kulit tetap perlu dilakukan. Gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelembap terutama saat musim dingin, dan tetap konsultasi dengan dokter kulit secara berkala.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini