Kesaktian Hendra Setiawan Belum Luntur, Sabet Dua Medali Emas di Kejuaraan Dunia Senior BWF

6 months ago 5

TRIBUNNEWS.COM - Nama Hendra Setiawan kembali bergema di panggung bulutangkis dunia, Minggu (14/9/2025). 

Meski baru resmi pensiun awal tahun ini, legenda ganda putra Indonesia tersebut membuktikan kesaktiannya belum luntur.

Di ajang Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025 yang digelar di Eastern National Sports Training Centre, Pattaya, Thailand, Hendra sukses membawa pulang dua medali emas sekaligus.

Kejuaraan Dunia Senior BWF diadakan setiap dua tahun. Kejuaraan ini merupakan kejuaraan individu yang diperuntukkan pemain berusia 35+

Hendra bermain di dua nomor sekaligus, di kategori usia 35+ dan 40+ di ajang ini. Meski kini berusia 41 tahun, ia masih bisa tampil impresif. 

Di nomor ganda putra, ia berpasangan dengan sahabat lamanya, Tony Gunawan—peraih emas Olimpiade Sydney 2000 yang kini berkewarganegaraan Amerika Serikat. 

Duet dua legenda ini seperti mesin waktu yang mengingatkan publik pada epoch keemasan bulutangkis Indonesia. 

Mereka menutup last dengan kemenangan meyakinkan 21-18, 21-16 atas pasangan Thailand, Boonsak Ponsana/Jakrapan Thanathiratham.

Tak berhenti di situ, Hendra juga berjaya di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Debby Susanto, mantan spesialis ganda campuran Indonesia, keduanya tampil tanpa cela. 

Baca juga: Hendra Setiawan Tembus 2 Final Kejuaraan Dunia BWF Senior 2025, Jemput Gelar Perdana Pasca Pensiun

Final kontra wakil tuan rumah, Nawut Thanathiratha/Peeraya Munkitamorn, ditutup dengan skor telak 21-15, 21-9.

Dua emas ini sekaligus menjadi hadiah manis untuk kiprah terakhir Hendra sebagai pemain kompetitif.

Prestasi Hendra menjadi bagian dari catatan membanggakan kontingen Indonesia di Kejuaraan Dunia Senior 2025.

Selain Hendra Setiawan, sejumlah nama besar bulutangkis Indonesia lainnya juga ikut berjaya. 

Marleve Mainaky meraih emas tunggal putra 50+, sementara Hastomo Arbi berjaya di kategori 65+. 

Total, Indonesia meraih 15 medali: 13,5 emas, 6,5 perak, dan 10 perunggu. Hitungan 0,5 dipakai karena ada pemain Indonesia yang berpasangan dengan pemain dari negara lain.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini