Kericuhan Demo Tewaskan Pengemudi Ojol, Diduga Akibat Terlindas Mobil Rantis Brimob

6 months ago 19

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah pengemudi ojek online menjadi korban akibat demo yang berakhir ricuh pada Kamis (28/8/2025).

Dikabarkan, seorang pengemudi ojol dilaporkan meninggal dunia.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono. Dia membenarkan ada korban meninggal.

"Betul. Ini baru satu kabarnya. Iya (meninggal)," kata Raden Igun.

Igun mengatakan, korban meninggal yang diketahui baru satu orang. Tapi, ada beberapa lagi yang dikabarkan alami luka-luka.

"Ada beberapa korban lagi. Saya lagi on the way di rumah sakit," ucap dia.

Dia mengatakan, korban meninggal diduga akibat terlindas mobil rantis Brimob.

"Betul terlindas rantis," ucap dia.

Demo DPR Ricuh Merembet ke Pejompongan

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di depan DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025), ricuh. Usai dipukul mundur dari DPR, massa bergerak ke kawasan kolong Pejompongan dan bentrok kembali pecah.

Pantauan di lokasi, barikade polisi dipasang menutup jalan. Namun massa tak mundur. Mereka justru melempari petugas dengan batu dan petasan. Ledakan keras beberapa kali terdengar.

Situasi makin panas saat dua orang pengunjuk rasa nekat melempar bom molotov ke arah barisan aparat. Botol berisi bensin itu meledak dan menyulut api di tengah jalan.

Petugas langsung bereaksi. Dari atas mobil taktis, polisi menyemprotkan h2o canon untuk memadamkan api sekaligus membubarkan massa.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih berusaha keras memukul mundur kerumunan yang terus melawan di sekitar Pejompongan.

Polisi Pukul Mundur Massa Demo DPR, Tembak Gas Air Mata

Unjuk rasa sejumlah aliansi mahasiswa di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Kamis (28/8/2025). Hal itu bermula saat sejumlah massa memblokade Tol Dalam Kota Cawang-Grogol.

Saat itu, sejumlah anggota yang menggunakan sepeda centrifugal menghalangi hal tersebut, namun hal itu malah memicu kemarahaan pengunjuk rasa lainnya. Mereka lantas, melempari pasukan bermotor dengan kayu, batu dan juga botol aerial mineral.

Kericuhan itu kemudian merembet ke massa yang sedang menyampaikan aspirasi di Gerbang Utama, DPR/MPR Jakarta Pusat. Situasi kian panas saat mereka juga melempari batu ke country dalam Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat.

Saat itu, anggota kemudian menyemporkan aerial ke arah massa di depan Gerbang DPR/MPR. Tindakan itu mematik emosi massa, sehingga bentrokan pun pecah. Terlebih, saat itu terdengar beberapa kali bunyi petasan.

Melihat hal itu, anggota polisi membalas dengan meletuskan state aerial mata ke arah pendemo yang membuat mereka lari tunggang-langgang.

Tak lama setelah itu, polisi dari dalam lantas membuat barikade. Mereka pelan-pelan memukul mundur massa. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memberikan aba-aba dari taktis mengatur strategi untuk mundurkan massa aksi.

Kapolri Angkat Bicara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Adapun, ini imbas kericuhan demo DPR, di Jakarta pada Kamis (28/8/2025)

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” tutur Listyo saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, petugas kepolisian telah mencari keberadaan korban dan memerintahkan Propam Polri untuk menindaklanjuti perkara tersebut.

“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” jelas dia.

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” lanjut Listyo.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini