Kejaksaan Peru Selidiki Penembakan Diplomat Indonesia, CCTV Jadi Bukti Kunci

6 months ago 4

TRIBUNNEWS.COM, PERU -  Kejaksaan Peru resmi membuka investigasi awal atas kasus penembakan yang menewaskan diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Leonardo Zetro Purba (40).

Dalam pernyataan resmi di media sosial, Jaksa Wilayah Pedro Nicho Suyón menyebut tim forensik telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Divisi Pembunuhan juga ditugaskan untuk mengumpulkan keterangan dari saksi, termasuk istri korban, serta melakukan penyelidikan mendesak lainnya.

Zetro ditembak beberapa kali saat baru tiba di kediamannya di kawasan Lince, Senin malam waktu setempat. 

Korban yang bersepeda pulang dari kantor langsung diserang di depan pintu rumahnya.

Polisi menyatakan pelaku tidak berniat merampok karena tidak ada barang atau uang yang diambil.

Baca juga: Wamenlu: Pemerintah RI Kirim Surat ke Peru, Minta Investigasi Kasus Penembakan Zetro Leonardo Purba

“Mereka hanya melepaskan tembakan hingga korban tersungkur,” ujar salah satu penyidik kepolisian seperti dikutip panamericana.pe.

Sejumlah tetangga juga melaporkan melihat seorang pria berpakaian hitam berulang kali melintas dengan sepeda centrifugal di sekitar lokasi sebelum kejadian.

Istri korban sempat berteriak meminta pertolongan ketika Leonardo masih bernapas. Namun, meski segera dilarikan ke Klinik Javier Prado, nyawa korban tidak tertolong.

Pelaku Diduga Pembunuh Bayaran

Polisi menduga pelaku adalah pembunuh bayaran yang telah melacak korban dan menunggu kepulangannya.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kini menjadi bukti penting untuk menelusuri jejak pelaku. Hingga dini hari, polisi masih berjaga di depan gedung apartemen tempat insiden terjadi.

Leonardo baru lima bulan bertugas di Peru setelah sebelumnya ditempatkan di Konsulat Jenderal RI Melbourne (2019–2022).

Ia tinggal di Lince bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Sehari-hari, ia bersepeda menuju kantor misi diplomatik Indonesia di San Isidro, gaya hidup sederhana yang membuatnya dikenal ramah oleh tetangga sekitar.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta otoritas Peru untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini