Kawasan Pusat Bisnis di Jakarta Kekurangan Pasokan Gedung

5 months ago 3

COLLIERS Indonesia mengatakan pasar perkantoran di Jakarta menghadapi keterbatasan pasokan, terutama di kawasan pusat bisnis atau central concern district (CBD). Colliers Indonesia mencatat sejak akhir 2023 tidak ada lagi gedung kantor baru yang masuk ke pasar CBD.

Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto memperkirakan kondisi tersebut berlanjut hingga 2027, dan pasokan baru akan hadir pada 2028. “Bahkan sejak 2023 akhir. Jadi, tahun lalu sampai 2027, pasok CBD itu memang sudah sangat terbatas, bahkan tidak ada. Nanti baru ada sekitar 2028,” katanya dalam paparan daring pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Ferry, pengembang masih menahan diri untuk meluncurkan proyek baru di CBD. Mereka masih menunggu hingga permintaan pulih dahulu, sebelum memutuskan membangun gedung-gedung perkantoran yang baru. “Kita bisa lihat bahwa memang pengembang masih menahan diri dan terus memantau pertumbuhan permintaan,“ ujarnya. 

Untuk rentang waktu 2024 hingga 2027, tambahan pasokan proyek perkantoran baru hanya muncul di luar CBD. Sejak awal 2025 hingga kuartal III, ujar Ferry, pasok baru diperkirakan sekitar 125 ribu metre persegi, yang seluruhnya di luar CBD. 

“Total pasok di Jakarta itu ada sekitar 11,4 juta metre persegi,” kata Ferry. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2 juta metre persegi di antaranya masih belum terisi. 

Dari sisi serapan, Ferry mengatakan tingkat hunian perkantoran di CBD mencapai 75,3 persen per kuartal III 2025. Sementara di luar CBD sebesar 69,3 persen untuk periode yang sama. 

Bila dilihat berdasarkan kelas gedung di CBD, kekosongan terbesar tercatat pada gedung perkantoran kelas A sebesar 48,9 persen, yang mayoritas berlokasi di CBD. Disusul gedung kelas B sebesar 25,9 persen, kelas C 17,4 persen, dan premium 7,9 persen. 

Ferry menambahkan, preferensi penyewa gedung perkantoran juga berubah. Ia mengatakan tenant-tenant masih memprioritaskan gedung-gedung atau kantor yang terhubung dengan transportasi umum. “Ini memang masih menjadi daya tarik calon penyewa.”

Read Entire Article









close
Banner iklan disini