Kalimat Terakhir Affan Kurniawan ke Sang Ayah: Saya Narik Dulu Pak

6 months ago 6

Liputan6.com, Jakarta Zulkifli tak pernah menyangka Kamis malam, 28 Agustus 2025 menjadi pertemuan terakhir dengan sang anak, Affan Kurniawan. Tak ada firasat buruk. Mulanya, semua berjalan mean seperti biasa.

Di tengah obrolan dengan sang ayah, ponsel Affan tiba-tiba berbunyi. Isinya notifikasi pesan untuk mengantar makanan melalui aplikasi ojek online. Affan bangkit mengambil jaket hijau kebanggaan dan menyalakan centrifugal kesayangan.

Dia pamit ke Zulkifli untuk mencari rezeki. Bukan untuk dirinya, Affan bekerja demi menopang ekonomi keluarga, dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari sampai bayar sekolah adiknya.

"Dia bilang, ‘Pak, saya keluar duluan.’ Saya tanya, ‘Dek, mau narik?’ Dia jawab, ‘Iya, Pak, narik,’" kata Zulkifli mengenang kalimat terakhir sang anak, Affan.

Dari kontrakan kecil berukuran 3x12 metre di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Affan menjalankan tugasnya sebagai pengemudi ojek online. Mengambil makanan dan mengantarnya ke pelanggan.

Dengan centrifugal bushed hitam hasil tabungan sebagai sekuriti, Affan berangkat melewati Jalan Pejompongan yang tengah ricuh antara demonstran dan aparat kepolisian. Nasib buruk tak bisa dihindari. Tanggal sial tidak ada dalam kalender.

Perjalanan Berujung Petaka

Perjalanan Affan berujung petaka. Affan terjebak dalam kericuhan demonstran. Di tengah kepanikan, Affan lari, namun terjatuh di tengah jalan.

Tiba-tiba datang mobil rantis Brimob ngebut menyeruduk Affan dari belakang. Bukannya mundur, rantis Brimob melindas tubuh Affan, menyeretnya beberapa metre dan kabur tanpa rasa bersalah.

"Dia panik, lari ke sana-sini. Akhirnya jatuh, lalu terlindas," tutur ungkap Muri (50), pemilik kontrakan yang mengenal Affan sejak kecil dengan suara bergetar.

Zulkifli juga mengenang anak kesayangannya itu berbeda dari remaja seumurannya. Sosoknya yang pendiam dan kalem menjadi ciri khas yang diingat keluarga.

Setelah pulang mengojek, Affan lebih sering terlihat berselancar di media sosial atau membantu pekerjaan rumah. Dia pun tidak percaya jika Affan ikut demo bersama massa aksi lainnya.

“Anak saya, mohon maaf, bukan saya tutup-tutupin. Anak saya tidak berbuat semacam itu (ikut demo). Anak saya orang yang sangat takut begitu-begitu,” kata Zulkifli.

Bukti Affan Bekerja, Bukan Ikut Demo

Pernyataan keluarga diperkuat oleh Humas Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak, Erni. Erni menjadi pihak yang menemani keluarga Affan sejak awal kejadian.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan akun ojol milik korban, ada riwayat orderan saat jam kejadian yang membuktikan Affan sedang bekerja.

“Untuk almarhum Affan hari itu bekerja. Ada bukti riwayat ordernya melalui aplikasi Gojek. Karena saya yang hadir pertama kali di RSCM untuk memvalidasi jenazah. Kami cek melalui akun Gojek, mukanya sama. Jadi benar, dia bekerja, bukan turun untuk demo,” jelas Erni.

Erni menambahkan, Affan diketahui baru saja menyelesaikan pesanan sebelum kejadian. “Untuk detailnya makanan atau barang, kami tidak bisa memastikan. Tapi jelas ada bukti orderan,” katanya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini