Gubernur Jakarta Pramono Anung: Suasana Belum Kondusif, Mendagri Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri

6 months ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menerima arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di tengah situasi Jakarta yang memanas karena adanya aksi unjuk rasa.

Arahan disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi bersama kepala daerah se-Indonesia secara daring pada Sabtu 30 Agustus 2025.

"Semua wali kota dan pejabat terkait memahami instruksi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan tertib sekaligus menenangkan masyarakat," ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Sabtu 30 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut, Tito memberikan sejumlah arahan, antara lain menunda sementara perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah, mengurangi acara selebrasi berlebihan yang bersifat hura-hura atau menunjukkan kemewahan, serta menjaga komunikasi publik pejabat daerah agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Lebih lanjut, Pramono juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga Jakarta.

Selain interior Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta, pihaknya juga akan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta serta organisasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan ibu kota.

"Menjaga Jakarta tidak cukup hanya dilakukan Pemprov DKI, tetapi juga perlu keterlibatan publik. Karena itu, kami akan menggelar rapat Forkopimda, yang tidak boleh diwakilkan, semua harus hadir. Kami juga akan berkoordinasi dengan pimpinan ormas, baik kepemudaan, keagamaan, maupun lainnya, untuk bersama-sama menjaga Jakarta," jelas Pramono.

Menurut Pramono, kegiatan keagamaan tetap diperbolehkan berlangsung. Namun, sejumlah acara selebrasi berskala besar dibatalkan, termasuk Karnaval Budaya yang semula dijadwalkan pada Minggu (31/8/2025) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Istana kemudian meminta maaf dan juga angkat bicara menanggapi insiden tewasnya pengemudi ojek online usai ditabrak kendaraan taktis Brimob imbas bentrok meluasnya aksi demo di DPR.

Pramono: Moda Transportasi di Jakarta Kembali Normal, Halte Terbakar Segera Diperbaiki

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan moda transportasi di Jakarta telah kembali beroperasi dengan mean setelah sempat terdampak demo yang berlangsung ricuh pada Jumat 29 Agustus 2025. Ia juga menegaskan halte yang terbakar akan segera diperbaiki.

"Seluruh moda transportasi sekarang sudah dibuka dan armada yang menjadi kewenangan BUMD harus tetap beroperasi," kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu 30 Agustus 2025.

Menurut Pramono, selain membuka kembali layanan transportasi, Pemprov DKI juga akan mempercepat perbaikan halte dan fasilitas umum (fasum) yang rusak.

"Halte maupun fasilitas umum yang terbakar saya minta untuk segera diperbaiki," kata Pramono.

Dia menjelaskan, perbaikan di beberapa titik halte yang rusak telah berjalan. Salah satunya halte Slipi 1 yang kini sudah mulai bisa digunakan kembali.

"Di beberapa tempat sudah dilakukan perbaikan termasuk yang di awal di Slipi 1 sekarang sudah mulai bisa dibuka dan dinormalkan kembali," katanya.

Pramono juga mengaku telah meninjau sejumlah lokasi yang terdampak. Ia juga melakukan koordinasi dengan Pangdam dan Kapolda untuk mempercepat pemulihan fasilitas.

"Pagi tadi saya sudah berkeliling melihat titik-titik kerusuhan, ada beberapa hal yang langsung kami tindaklanjuti," ucapnya.

Selain moda transportasi dan halte, Pramono meminta petugas lapangan tetap bekerja seperti biasa. Hal ini termasuk petugas PPSU atau yang dikenal sebagai pasukan oranye, biru, dan hijau.

"Besok kita akan minta pasukan oranye yang biasanya hari Minggu dibuat shift, kali ini semua mereka harus bekerja seperti biasa," kata Pramono.

Ia menekankan langkah ini diambil agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

"Kami ingin fasilitas umum kembali pulih secepat mungkin sehingga warga bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," jelas Pramono.

Pramono Anung: CFD Jakarta Tetap Ada Minggu 31 Agustus 2025

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) akan tetap berlangsung pada Minggu 31 Agustus 2025.

Keputusan ini diambil dengan catatan situasi di Jakarta yang tetap kondusif hingga malam ini.

"Car escaped time besok kami tidak larang. Sehingga dengan demikian kalau kemudian sampai dengan sore atau malam ini tidak ada yang luar biasa, besok car escaped time tetap kita buka seperti biasa," ujar Pramono di rumah duka pengemudi ojek online, Affan Kurniawan di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 30 Agustus 2025.

Dia juga memerintahkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mengintensifkan sosialisasi programme Jaga Jakarta. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban kota.

"Saya meminta dan memerintahkan kepada Dinas Kominfo untuk hal yang berkaitan dengan Jaga Jakarta itu betul-betul secara masif disosialisasikan dan sekarang sudah kita mulai," ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Selain itu, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta menginstruksikan sebagian aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja akhir pekan ini. Menurut Pramono, langkah ini dilakukan agar pelayanan dan pengawasan berjalan optimal.

"Kepada seluruh karyawan Pemda yang biasanya Sabtu Minggu libur, saya minta separo-separo," kata dia.

Pramono Anung menegaskan aturan tersebut sudah diberlakukan pada hari ini.

"Jadi hari ini kita di Balai Kota tetap bekerja 50 persen masuk, 50 persen diliburkan," tandas dia.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini