GMNI: Eskalasi Masalah Sosial Politik Mengikis Kepercayaan Rakyat

6 months ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat (29/8). Ketua Umum GMNI Muhanmad Risyad Fahlefi mengatakan, aksi digelar untuk merespons kondisi kebangsaan saat ini.

"Kami sebagai bagian dari rakyat, memutuskan menggelar unjuk rasa untuk merespons keresahan terhadap kondisi bangsa akhir-akhir ini," ujar Risyad dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

Risyad menyebut, praktik berdemokrasi bangsa kini sedang diuji. Dia mencatat dua fenomena yang mendasari hal ini. Pertama, kegagalan DPR sebagai representasi rakyat dalam menyerap aspirasi publik. Kedua, maraknya tindakan represif oleh institusi Polri dalam merespons ekspresi ketidakpuasan tersebut.

"Eskalasi dari masalah sosial politik ini bukan hanya menciptakan ketegangan di ruang publik, tetapi juga mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi-institusi yang ada," tegas dia.

Mantan Presiden BEM Universitas Airlangga ini menegaskan, GMNI di selururuh Indonesia akan mengawal kasus ini.

Dia pun memastikan, GMNI juga telah melakukan konsolidasi dengan para DPD dan DPC se-Indonesia. Ada 5 tuntutan yang dirumuskan untuk dibawa ke unjuk rasa.

"Kami telah melakukan konsolidasi, sekali lagi kami menegaskan akan selalu di barisan rakyat dalam mengawal isu ini," dia menandasi.

Tuntutan

Berikut Tuntutan GMNI:

1. Menuntut agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil langkah hukum berupa pemecatan Ahmad Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Nasdem atas pernyataan provokatif yang menyebabkan kerusuhan dan terganggunya stabilitas keamanan negara.

2. Menuntut agar DPR mengutamakan aspirasi rakyat dan membuka ruang dialog atas tuntutan pembahasan kenaikan tunjangan fantastis DPR yang menyakiti hati rakyat.

3. Menuntut Polri bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya Alm. Affan Kurniawan (Driver Ojol) akibat terlindas mobil rantis Brimob, serta memecat oknum-oknum Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.

4. Menuntut reformasi di tubuh Polri dengan menegaskan kembali tugas fungsi Polri mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan jadi tameng para pejabat dalam menindas rakyat.

5. Menuntut Polri agar memastikan kepada seluruh jajaran di daerah untuk tidak melakukan tindakan represif kepada rakyat yang berdemonstrasi.

Kapolri Minta Maaf

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Adapun, ini imbas kericuhan demo DPR, di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” tutur Listyo saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, petugas kepolisian telah mencari keberadaan korban dan memerintahkan Propam Polri untuk menindaklanjuti perkara tersebut.

“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” jelas dia.

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” lanjut Listyo.

Kapolda Metro Janji Tindak Tegas Anggota Brimob

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, akan menindak tegas anggotanya terkait kejadian insiden mobil Barracuda Brimob yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat kericuhan demo DPR.

"Saya tegaskan di sini, akan menindak tegas anggota yang melakukan kesalahan, pelanggaran, terhadap kejadian tadi sore. Nanti kami akan serahkan ke Pak Kadiv Propam untuk prosesnya," kata dia saat memberikan keterangan pers di RSCM Jakarta, Kamis (28/8/2025). 

Asep menegaskan bahwa dalam penanganan kasus ditabraknya pengemudi ojol ini oleh mobil Rantis Brimob, pihaknya akan bersikap transparan kepada publik.

"Kita akan kita akan buka setransparan mungkin," ungkap dia.

Asep pun menegaskan, pihaknya meminta maaf atas nama Polda Metro Jaya, atas kejadian ditabraknya pengemudi ojol dalam demo DPR tersebut.

"Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita, yang mana ada ada kejadian tadi sore. Saya atas nama Pimpinan Polda Metro, dan atas nama kesatuan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, dan turut beduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," tutur dia.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini