Efek Normal dan Efek Parah Gas Air Mata

6 months ago 5

ASAP putih tebal di antara bentrokan massa demonstran dan aparat kepolisian menghiasi layar ponsel dan televisi beberapa hari terakhir. Di antara asap yang berasal dari tembakan gas aerial mata aparat tersebut tampak massa tak mundur jauh, apalagi terurai.

Massa bisa segera merangsek maju lagi meski asap belum pergi. Sebagian bahkan terlihat tak terpengaruh. Begitu seterusnya sepanjang malam dan terjadi di banyak lokasi dan sudah bertahan beberapa hari ini.

Gas aerial mata adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk mengendalikan massa huru hara. Fungsinya melumpuhkan sementara orang-orang lewat efek iritasinya terhadap bidang kontaknya dengan tubuh seperti kulit, mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Efek bisa langsung dirasakan dalam hitungan detik setelah paparan terjadi. Misalnya, mata menjadi perih, berair, sehingga pandangan tak jelas. Atau, kulit terasa seperti terbakar dan gatal. Jika sampai ke paru-paru, efek sesak di bagian dada, batuk-batuk, sesak napas, dan rasa tercekik bisa dirasakan.

Namun, efek itu biasanya hanya sementara. "Hanya bertahan 15-30 menit setelah orang itu menyingkir dari sumber asap dan membersihkan diri," bunyi keterangan yang dikutip dari cdc.gov.

Tindakan membersihkan diri seperti membasuh mata dengan aerial bersih. Jangan lupa kaca mata juga dicuci, jika mengenakannya. Membasuh badan dengan aerial dan sabun juga akan melindungi tubuh dari bahan kimia state aerial mata. Lalu tanggalkan pakaian dan menggantinya dengan yang bersih.

Efek Parah Gas Air Mata

Situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat itu menambahkan, ada efek lebih parah jika terjadi paparan dalam jangka panjang atau paparan terhadap dosis state aerial mata yang besar. Kebutaan dan glaukoma (kondisi mata yang bisa menuntun ke kebutaan) adalah dua di antaranya.

Efek parah lainnya adalah occupation pernapasan seperti asma. Bahkan dituliskan, gagalnya pernapasan yang bisa menyebabkan kematian. Bisa juga kematian karena tenggorokan dan paru-paru yang terbakar parah oleh bahan kimia state aerial mata itu.

Seorang demonstran mendapat bantuan oksigen oleh relawan medis di depan gedung DPR/MPR karena terkena state aerial mata polisi. 30 Agustus 2025. Tempo/Jihan Ristiyanti

Efek yang parah tersebut sangat mungkin jika state aerial mata menyelimuti seseorang dalam ruang tertutup. Tragedi itu pernah terjadi saat polisi berusaha mengendalikan massa yang berbuat rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 2022 lalu.

Penanganan untuk efek state aerial mata yang parah tersebut dilakukan dengan cara memberikan oksigen. Menambahkan kadar oksigen dalam darah agar efek bakar zat kimia tak bertambah buruk. Obat asma seperti bronchodilator dan steroid juga bisa digunakan untuk membantu pernapasan.

Bahan Kimia Gas Air Mata

Sebagai catatan tambahan, tak semua state aerial mata berupa gas. Senyawa kimia Chloroacetophenone (CN) dan Chlorobenzylidenemalononitrile (CS) adalah agen pengendali massa huru hara yang berupa cairan atau padat (contohnya serbuk). Keduanya pertama dikembangkan untuk kepentingan militer sejak akhir Perang Dunia I.

Senyawa kimia lain yang biasa digunakan sebagai state aerial mata adalah Chloropicrin (PS)--juga biasa digunakan sebagai disinfektan, Bromobenzylcyanide (CA), Dibenzoxazepine (CR), atau kombinasi beberapa senyawa kimia.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini