Drone Houthi Hantam Kota Eilat Israel Selatan, 22 Orang Terluka

5 months ago 2

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak yang menghantam kota pelabuhan Eilat di Israel selatan pada Rabu (24/9/2025).

Kota pelabuhan Eilat berjarak sekitar 297–341 kilometer dari Yerusalem, ibu kota Israel, tergantung rute yang ditempuh

Militer Israel mengatakan satu drone berhasil menembus pertahanan udara dan jatuh di wilayah Eilat di pesisir Laut Merah.

Serangan itu melukai sedikitnya 22 orang, termasuk dua korban dalam kondisi serius.

Dilansir dari Al Jazeera, juru bicara Houthi Yahya Saree menyebut operasi tersebut melibatkan sejumlah drone dan menargetkan Eilat serta Beersheba.

Ia menyebut serangan itu berhasil mengenai sasaran.

Hamdah Salhut, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Amman, Yordania, menambahkan bahwa ini bukan kali pertama Eilat menjadi sasaran drone Houthi.

Ia mengingatkan pekan lalu serangan serupa juga terjadi meski saat itu dicegat oleh Israel.

Otoritas medis Israel, Magen David Adom, melaporkan dua korban mengalami luka parah akibat pecahan peluru.

Sementara lainnya menderita luka sedang hingga ringan.

Polisi setempat telah menurunkan tim penjinak bom untuk memeriksa sisa drone di lokasi.

Baca juga: Yaman Berduka, Ribuan Pelayat Iringi Jenazah PM Houthi Korban Serangan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa setiap serangan ke wilayah Israel akan dibalas dengan “pukulan menyakitkan bagi rezim Houthi.”

Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan kelompok Yaman itu akan “belajar dengan cara yang sulit.”

Menurut catatan Times of Israel, sejak Maret 2025, Houthi telah menembakkan hampir 90 rudal balistik dan sedikitnya 41 drone ke arah Israel.

Sebagian besar berhasil dicegat atau jatuh sebelum mencapai wilayah Israel.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini