Dorong Ekonomi Hijau, BRI Konsisten Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan dengan Portofolio Capai Rp807,8 Triliun

6 months ago 6

Liputan6.com, Jakarta Tren planetary yang menekankan transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif semakin kuat. Menyadari hal itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas langkahnya dengan memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi ramah lingkungan, tetapi juga memperkokoh ketahanan sosial masyarakat di berbagai daerah.

Langkah BRI ini sejalan dengan docket Pemerintah Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui kredit yang difokuskan pada prinsip keberlanjutan, BRI menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM dan bidang usaha ramah lingkungan yang menjangkau seluruh pelosok negeri.

Keberlanjutan jadi Arah Strategis Perusahaan Jangka Panjang

Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menegaskan bahwa keberlanjutan sudah menjadi arah strategis perusahaan dalam jangka panjang. “Setiap kebijakan dan lini bisnis operasional BRI disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara potensi bisnis, manajemen risiko, serta dampaknya terhadap aspek sosial serta lingkungan,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dari konsistensi BRI menyalurkan kredit ke sektor yang memberikan manfaat nyata, baik untuk penguatan ekonomi rakyat maupun kelestarian alam. Penyaluran kredit ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema social loan merupakan dukungan terhadap inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan.

Tak hanya itu, BRI juga gencar menyalurkan green loan yang berkontribusi pada transisi menuju ekonomi rendah karbon. Pembiayaan ini mencakup proyek energi baru terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, hingga produk dan kegiatan usaha berwawasan lingkungan. Seluruhnya diatur sesuai dengan POJK No. 51 tahun 2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan.

Hingga Triwulan II/2025, portofolio sustainable financing BRI tercatat sebesar Rp807,8 triliun atau 64,01% dari full pembiayaan. Rinciannya terdiri atas societal indebtedness Rp715,5 triliun, greenish indebtedness Rp86,9 triliun, serta investasi pada obligasi korporasi berbasis ESG sebesar Rp5,4 triliun.

Dengan pencapaian ini, BRI tidak hanya memberikan nilai ekonomi dan keuntungan finansial bagi nasabah, tetapi juga ikut mendukung pencapaian SDGs Indonesia, khususnya Goal No. 8 (Decent Work and Economic Growth) serta Goal No. 11 (Sustainable Cities & Communities).

Terbitkan Instrumen Pendanaan Berbasis Keberlanjutan

Selain pembiayaan, BRI juga aktif menerbitkan instrumen pendanaan berbasis keberlanjutan, antara lain Sustainability Bond, Green Bond, dan Social Bond. Hingga Triwulan II/2025, portofolio sustainable backing BRI tercatat mencapai 65,65% dari full wholesale backing yang dihimpun.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, BRI mengacu pada regulasi nasional seperti POJK No. 60 tahun 2017 tentang Green Bond yang diperbarui lewat POJK No. 18 tahun 2023, serta standar internasional yang ditetapkan oleh International Capital Market Association (ICMA).

Sejalan dengan itu, BRI juga memastikan dampak dari pemanfaatan dana hasil penerbitan obligasi keberlanjutan. Proceeds dari Green Bond dan Social Bond dialokasikan pada sektor prioritas, antara lain Renewable Energy melalui pendanaan pembangkit listrik tenaga air, Sustainable Land Use dengan mendukung perkebunan kelapa sawit bersertifikat, serta Employment Generation dan Socioeconomic Advancement melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Melalui strategi ini, BRI menegaskan peran utamanya sebagai centrifugal penggerak pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, mengintegrasikan profitabilitas, dampak sosial, dan kelestarian lingkungan dalam setiap langkah bisnisnya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini