Diplomasi Besi Putin ke NATO, AS Kirim Perwira Pantau Latihan Perang Besar-besaran Rusia-Belarus

6 months ago 3

Diplomasi Besi Vladimir Putin, AS Kirim Perwira Pantau Latihan Perang Besar-besaran Rusia-Belarus

TRIBUNNEWS.COM - Perwira militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengunjungi Belarus untuk mengamati latihan militer gabungan Rusia-Belarusia Zapad-2025, kata kementerian pertahanan negara itu, Senin (15/9/2025). 

"Kami akan menunjukkan apa pun yang Anda minati, apa pun yang Anda inginkan. Anda bisa pergi dan melihat sendiri, berbicara dengan orang-orang," ujar Menteri Pertahanan Belarus, Viktor Khrenin, kepada para perwira Amerika di tempat latihan Borisovsky di wilayah Minsk.

Baca juga: Rusia Unjuk Kekuatan, Jet Tempur MiG-31 Bawa Rudal Balistik Hipersonik Terbang di Laut Barents

Video yang dirilis oleh kementerian menunjukkan dua pria berseragam Angkatan Udara AS, keduanya berpangkat Letnan Kolonel, berjabat tangan dengan Khrenin, dan salah satu dari mereka mengucapkan terima kasih dalam bahasa Rusia. Kedua perwira tersebut diidentifikasi sebagai atase militer Amerika.

Reuters melaporkan,  para perwira militer Amerika menolak berbicara dengan wartawan.  Para pejabat AS tidak segera mengomentari kunjungan tersebut.

Latihan Zapad-2025, yang dimulai Jumat dan berlangsung hingga Selasa, ditujukan untuk menguji kemampuan Belarus dan Rusia untuk mengusir serangan musuh dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Belarus telah mengundang pengamat dari sembilan negara anggota NATO dan negara-negara lain  untuk memantau latihan tersebut demi “keterbukaan dan transparansi.” 

Pada Senin, Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan Turki dan Hongaria termasuk di antara negara yang hadir, sehingga jumlah full negara asing yang terwakili dalam latihan perang tersebut menjadi 23 negara.

 Jet tempur MiG-29SMT Rusia membentuk simbol Jet tempur MiG-29SMT Rusia membentuk simbol "Z" untuk mendukung aksi militer Rusia di Ukraina, terbang di atas kota Moskow tengah pada latihan parade militer Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rusia, Moskow, Sabtu (7 Mei 2022). Rusia akan merayakan ulang tahun ke-77 dari Kemenangan 1945 atas Nazi Jerman pada 9 Mei mendatang. (Yuri KADOBNOV/AFP) (AFP/YURI KADOBNOV)

Latihan Perang Besar-besaran di Tengah Ketegangan Rusia-NATO

Latihan militer gabungan Zapad-2025 antara Rusia dan Belarus telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara garis depan NATO, bahkan saat latihan perang besar-besaran ini belum resmi dimulai pada Jumat pekan lalu.

Pihak berwenang Polandia menutup perbatasan dengan Belarus awal minggu ini “demi alasan keamanan nasional,” sementara mekanisme keamanan nasional Lithuania disiagakan dan pemerintah mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan.

Ketegangan bertambah saat insiden pesawat tak berawak Rusia ke wilayah udara Polandia yang memicu keterlibatan militer langsung pertama NATO dengan Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada tahun 2022.

Selama latihan Zapad tahun ini, yang diperkirakan akan melibatkan lebih sedikit pasukan daripada tahun 2021, pasukan Moskow akan berlatih pengambilan keputusan seputar penggunaan senjata nuklir dan rudal balistik Oreshnik Rusia yang berkemampuan nuklir.

Namun, meskipun play meningkat dan munculnya teknologi baru perang, para ahli mengatakan kalau latihan tersebut tidak menandakan adanya ancaman yang akan segera terjadi. 

Sebaliknya, pasukan Rusia dan Belarusia akan mensimulasikan bagaimana NATO akan merespons di suatu wilayah — wilayah perbatasan Belarus, Polandia, dan Lithuania — yang dianggap sebagai lokasi potensial konfrontasi di masa mendatang.

"Saya akan menganalisis ini dari perspektif kebijakan luar negeri, karena Rusia jelas-jelas sedang berfokus pada Ukraina saat ini dan tidak memiliki ukuran dan skala kemampuan yang dibutuhkan untuk menyerang Eropa," kata Kirill Shamiev, pakar militer Rusia di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini