Demonstrasi di Berbagai Daerah, PGI Ajak Warga Jaga Ruang Perjuangan Tetap Bermoral dan Tak Anarkis

6 months ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Manuputty menyampaikan sikap atas aksi demonstrasi sejumlah elemen masyarakat di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir. Dia mengajak masyarakat untuk menjaga ruang perjuangan tetap bermoral dan tidak bersikap anarkis.

"Menyerukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan amarah mengaburkan akal sehat.Kita butuh ketenangan, bukan karena kita lemah, tapi karena kita ingin tuntutan-tuntutan kita dicapai dengan bermartabat. Mari jaga ruang perjuangan ini tetap bermoral, tetap beradab, dan tidak anarkhis," kata Manuputty dikutip dari siaran pers, Sabtu (30/8/2025).

Soal aksi unjuk rasa yang mendesak penghapusan tunjangan mewah bagi anggota DPR berlangsung di Medan, Sumatra Utara, ternyata berujung ricuh. Ratusan pengunjuk rasa sempat terlibat bentrok dengan polisi di depan Kantor DPRD Sumatra Utara.

Penanganan Demontrasi Berlebihan

Dia menekankan demonstrasi bukanlah ancaman, melainkan cermin dari kegelisahan yang tak lagi bisa ditahan, dari harapan yang terus-menerus diabaikan. Manuputty pun mengkritisi penanganan demonstrasi melalui kekerasan yang berlebihan oleh aparat keamanan.

"Alangkah pilu ketika suara-suara para demonstran itu dibalas dengan kekerasan. Ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menindas. Ketika state aerial mata serta meriam aerial menggantikan dialog, dan pentungan menggantikan empati. Kita tidak sedang menjaga ketertiban; kita sedang mengkhianati keadilan," jelasnya.

Kemarahan Rakyat karena Kebijakan Menyakiti

Manuputty meminta para politisi tak menafsirkan kemarahan rakyat sebagai alat politik. Menurut dia, kemarahan rakyat disebabkan kebijakan yang menyakiti dan kepemimpinan yang abai.

"Jangan pura-pura lupa, kemarahan rakyat bukan datang dari ruang kosong. Ia lahir dari janji-janji yang dikhianati, dari kebijakan yang menyakiti, dari kepemimpinan yang abai. Jangan mempolitisir luka yang kalian torehkan," tutur Manuputty.

Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Affan Kurniawan

Terkait pengemudi ojek online (ojol) yang tewas karena dilindas rantis Brimob, PGI mendorong aparat penegak hukum untuk menangani peristiwa tragis tersebut secara jujur, transparan, dan mengesampingkan aspek impunitas.

Manuputty menyebut tak hanya aparat penegak hukum, tetapi bangsa Indonesia butuh keberanian untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya. Dia mengajak untuk membangun bangsa ini bukan dengan represi, tetapi refleksi.

"Bukan dengan ketakutan, tetapi dengan keberanian untuk berubah. Suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah," pungkasnya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini