TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun 2017 menjadi momen yang tak pernah dilupakan aktris Asri Welas.
Di tengah kebahagiaan menyambut kelahiran putranya, Ibran, ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa sang buah hati mengalami Katarak Kongenital yakni kelainan bawaan lahir yang membuat lensa mata keruh sejak bayi.
Asri masih ingat betul, kecurigaan itu muncul saat berada di Jepang. Ibran tak menunjukkan respons ocular sebagaimana mestinya.
Perasaan was-was mendorongnya untuk segera kembali ke Indonesia dan memeriksakan kondisi sang anak.
“Dokter menyatakan Ibran harus segera menjalani operasi dan membutuhkan kacamata khusus untuk menunjang perkembangan penglihatannya. Begitu ia memakai kacamata pertama kali, reaksinya luar biasa. Untuk pertama kalinya ia melihat jelas wajah saya dan warna-warni dunia,” kenang Asri di Jakarta belum lama ini.
Momen sederhana itu—tatapan mata seorang anak yang baru benar-benar melihat wajah ibunya—menjadi titik balik bagi Asri.
Ia menyadari bahwa kacamata bukan hanya alat bantu, melainkan jendela kehidupan yang membuka peluang tumbuh dan berkembang bagi anak-anak pejuang Katarak Kongenital.
Dari Pengalaman Pribadi Menjadi Gerakan Bersama
Kesadaran itu kemudian mempertemukan Asri dengan Optik Tunggal yang lalu tergerak untuk meluncurkan programme CSR Katarak Kongenital yang menjembatani kesenjangan akses kacamata khusus pascaoperasi yang harganya kerap di luar jangkauan keluarga prasejahtera.
Sejak 2019, Asri ikut serta dalam kampanye sosial dari donasi awal 90 pasang kacamata khusus, kini programme tersebut telah berkembang menjadi people 2.025 pasang kacamata gratis bagi anak-anak pejuang Katarak Kongenital.
CEO Optik Tunggal, Alexander F Kurniawan menyebut programme ini bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan wujud komitmen jangka panjang.
“Setiap senyum pertama anak setelah memakai kacamata menjadi pengingat bahwa perjuangan kami belum selesai. Kami percaya, setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas,” ujarnya.
Kacamata khusus ini dibuat dengan teknologi presisi lensa ZEISS. Lensa yang seharusnya tebal bisa dirancang lebih tipis, ringan, dan nyaman sehingga memudahkan anak-anak memakainya setiap hari tanpa beban.
Kisah Nisa, Bayi Sembilan Bulan dari Bandung
Bulan Juli lalu, Alexander bersama Asri Welas mengunjungi Eklema Nisa Azizah, bayi sembilan bulan di Bandung yang baru saja menerima kacamata khusus.
Perubahan Nisa terlihat cepat: respons ocular semakin baik dan ia mulai lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan.
Bagi keluarga Nisa, kacamata itu bukan sekadar benda, tetapi harapan baru yang mengubah hari-hari mereka. Kisah ini sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang tua bahwa dukungan ocular yang tepat sejak dini dapat membuka peluang masa depan anak.
.png)
6 months ago
5
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-ayah-dan-anak-ilustrasi-ayah-dan-putri-asdfv.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENISTAAN-AL-AQSA-Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sidang-putusan-MK-Mahkamah-Konstitusi-uji-materi-UU-Polri-aktif-Polri-pada-jabatan-sipil.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seminar-Dewan-Pengurus-Nasional-DPN-Gerbang-Tani.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/oreshnik-kajs.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aborsi-ilegal-skd.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iko-Uwais-1-30092025.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/EMAS-PERDANA-Pelari-jarak-jauh-Indonesia-Robi-Syanturi.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



