CELIOS Kritik Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN: Tata Kelola BUMN Tak Diperbaiki Maka Akan Sia-sia

5 months ago 2
Ringkasan Berita:
  • Peneliti dan Litigasi Strategi CELIOS, Muhammad Saleh menilai belum ada bukti konkret jika BUMN dipimpin WNA maka akan memberikan hasil positif.
  • Saleh lantas mencontohkan PT Garuda Indonesia yang justru naik nilai kerugiannya di semester satu tahun 2025, meski ada dua WNA yang jadi pimpinannya.
  • Menurut Saleh tidak ada relevansinya kepemimpinan WNA dengan docket perbaikan BUMN. Karena sepanjang tata kelola BUMN ini tidak diperbaiki, maka kepemimpinan WNA di BUMN ini tetap sia-sia.

TRIBUNNEWS.COM - Peneliti dan Litigasi Strategi CELIOS, Muhammad Saleh menilai belum ada bukti konkret jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipimpin oleh warga negara asing (WNA) atau ekspatriat bisa memberikan hasil positif untuk BUMN kita.

"Tidak ada. Kita belum pernah melihat apa namanya praktik ya. BUMN itu dipimpin oleh ekspatriat,"  kata Saleh dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, Kamis (16/10/2025).

Hal ini diungkap Saleh untuk menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan izinnya kepada WNA untuk bisa menjadi pimpinan di BUMN.

Diketahui izin untuk WNA memimpin BUMN ini diungkap Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di forum Forbes Global CEO Conference 2025 di St Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Saleh lantas mencontohkan kasus PT Garuda Indonesia, salah satu BUMN di bidang penerbangan.

Saat ini Garuda Indonesia memiliki dua pimpinan dari WNA, yakni Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills.

Balagopal Kunduvara menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, sedangkan Neil Raymond Mills menduduki kursi Direktur Transformasi.

Saleh menyebut, meski Garuda Indonesia memiliki dua pimpinan WNA, nyatanya kerugian yang dihasilkan justru semakin tinggi.

Untuk semester pertama di tahun 2025, Saleh mengungkap kerugian bersih Garuda Indonesia mencapai 2,39 triliun atau naik sebesar 41,371 persen.

"Misalkan untuk kasus Garuda ya. Hari ini beberapa pimpinannya itu kan saat ini Direktur Utamanya itu dari Purnawirawan TNI."

"Kemudian beberapa anggota Direktur itu ditunjuk dari ekspatriat. Tapi kalau semester 1 tahun 2025 kerugian bersih dari Garuda itu 2,39 triliun atau naik 41,371 persen," jelas Saleh.

Baca juga: Prabowo Izinkan WNA Jabat Direksi BUMN, KPK: Wajib Lapor LHKPN dan Tetap Bisa Diusut Jika Korupsi

Sehingga menurut Saleh tidak ada relevansinya soal kepemimpinan WNA di BUMN dengan docket perbaikan BUMN kita.

Karena sepanjang tata kelola BUMN ini tidak diperbaiki, maka kepemimpinan WNA di BUMN ini tetap sia-sia.

"Artinya tidak ada relevansinya. Mau siapapun direkturnya sepanjang tata kelola BUMN itu sendiri tidak diperbaiki maka akan sia-sia," pungkasnya.

Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN

Read Entire Article









close
Banner iklan disini