Catatan Ahli Gizi: Program MBG Perlu Standar seperti SPPG Polri

5 months ago 3

Prof Tjandra Yoga Aditama  

Pakar kesehatan dari Universitas Yarsi  

Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI 

Profesor bidang Pulmonologi & Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. 

Marudut Sitompul 

Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi)

Dosen di Departemen Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Kementerian Kesehatan.

Dikenal aktif dalam berbagai kegiatan dan penelitian terkait gizi

TRIBUNNEWS.COM- Salah satu programme pemerintahan Prabowo Subianto adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu terakhir mendapatkan sorotan. Sorotan termasuk dari pakar kesehatan dan ahli gizi. 

Pasca kejadian itu, nomor 1 tentu evaluasi keracunan. Dan sudah punya banyak pengalaman, apa yang bisa diakukan dan banyak yang bisa diakukan supaya keracunan ini tidak terjadi lagi kalau tidak diminimalisir. 

Soal kandungan gizi dalam MBG perlu ditinjau ulang. Dalam kata lain, saya meminta MBG benar-benar terjamin kualitas gizinya. 

Sekalianlah evaluasi presumption gizinya bagaimana. Apakah presumption gizi makanan yang ada ini cukup baik? Ada juga orang yang protes ini gak bagus, ada cuma wortel sama beginilah.  

Jadi sekalian evaluasi yang kedua itu. Status gizinya, karena ujung-ujungnya ini kan maunya makanan bergizi. Agar pemerintah dapat melihat opsi-opsi lain mengenai distribusi hingga pendanaannya.  

Di beberapa tempat atau negara lain ada opsi seperti membayar sebagian, melibatkan pihak interior sekolah atau pemerintah daerah. Jadi kalau saya usul, cobalah dilihat beberapa opsi itu, berbagai kemungkinan.  

Saya nggak bilang itu bagus atau nggak, tapi ada bagusnya dibuka berbagai kemungkinan untuk lihat mana yang kira-kira lebih cocok untuk Indonesia atau satu sistem atau berbagai sistem. 

Tribuners adalah level jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini