ARYNA Sabalenka berlutut dan meletakkan kepalanya di antara kedua tangannya, gemetar saat ia terisak menangis, setelah menyaksikan pengembalian Amanda Anisimova melenceng saat last US Open 2025, Minggu pagi WIB, 7 September 2025. Penonton berdiri dan bersorak di bawah atap Stadion Arthur Ashe, New York, Amerika Serikat, merayakan keberhasilannya menjadi juara.
Petenis asal Belarusia itu tetap dalam posisi sama selama beberapa detik, lalu berdiri dan mengangkat tangannya untuk merayakannya. Ia baru saja menjadi petenis perempuan pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara sejak Serena William melakukannya lebih dari satu dekade lalu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sabalenka menjadi juara US Open kali ini setelah mengalahkan Anisimova di last yang berlangsung selama 94 menit berakhir dengan skor 6-3, 7-6 (3). Kemenangannya ini sekaligus membalas kekalahannya atas petenis Amerika Serikat itu ketika dikalahkan di semifinal Wimbledon pada Juli lalu.
Petenis berusia 27 tahun itu tiba di New York dengan rasa lapar dan mungkin putus asa setelah dua kegagalan yang dialaminya dalam dua turnamen Grand Slam musim ini. Januari lalu, ia kalah melawan Madison Kyes di last Australian Open 2025 sehingga menggagalkan upayanya untuk bisa meraih gelar tiga kali beruntun di turnamen tersebut, juga trofi Grand Slam keempatnya.
Beberapa bulan kemudian, dia juga nyaris menyabet French Open 2025. Tapi, trofi yang sudah di depan mata, lagi-lagi tak bisa diraih. Ketika itu, dia dikalahkan Coco Gauff di final. Setelah itu, hanya berjarak beberapa pekan, Sabalenka berhasil tiba di babak semifinal Wimbledon. Namun, dia terhenti setelah dikalahkan Anisimova.
Kini, ketika berkesempatan menghadapi Anisimova di final, Sabalenka tak menyia-nyiakannya. Dia berhasil menaklukkan lawannya yang mendapatkan lebih banyak dukungan penonton di stadion, mengakhiri kekecewaannya gagal juara di dua last sebelumnya.
Wajah Sabalenka berseri-seri saat wawancara setelah pertandingan seperti dikutip ESPN. "Dua last itu di mana saya benar-benar emosi dan hilang kendali, saya hanya tidak ingin itu terjadi lagi," ucapnya. "Dan ada beberapa momen di mana saya hampir menyerah begitu saja. Tapi, saya seperti berkata, 'Ayolah. Kami tidak bisa melakukan itu. Kamu hanya harus tetap fokus dan terus maju, terus mencoba'. Dan itu sangat membantu saya."
Setelah diumumkan menjadi juara US Open 2025, seperti kebanyakan petenis, dia berjalan menuju ke tempat timnya. Banyak pemain berlari keluar lapangan, Sabalenka berjalan santai sambil menyapa penggemar sebelum memeluk masing-masing anggota staf pelatihnya, serta agen dan teman-temannnya.
Dia mengungkapkan tahun ini adalah tahun yang berat baginya. "Maksud saya, tahun ini berat dengan final-final itu," ucapnya beberapa saat ketika penyerahan trofi. "Saya benar-benar buruk terhadap kalian, tapi ayolah. Layak, kan? Terima kasih banyak. Saya sayang kalian. Kalian keluargaku."
Di hadapan ribuan penggemar yang menyaksikan wawancara televisi, Sabalenka mengatakan dia akan minum-minum di barroom untuk merayakan kemenangannya setelah kerja kweras yang dijalaninya. Senyumnya terus terpancar di wajahnya saat berbicara.
Berbeda dengan Sabalenka, Anisimova berlinang aerial mata setelah kalah di last turnamen besar keduanya berturut-turut. Dia berdiri di atas panggung sambil memegang trofi runner-up-nya.
Melihat Anisimova, Sabalenka berbicara sambil berbalik dan menatap lawan yang baru saja dikalahkan itu. "Saya tahu betapa sakitnya kalah di final," ujarnya. "Tapi percayalah, saat kamu menang pertama kali, dan kami akan menang... kamu akan lebih menikmatinya setelah semua kekalahan berat di final."
.png)
6 months ago
5










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



